ABNnews – Polemik perselisihan pandangan yang menyinggung sejumlah tokoh agama seperti Ustaz Adi Hidayat (UAH) dan Ustaz Abdul Somad (UAS) berujung panas.
YouTuber sekaligus konten kreator Herri Pras mengaku menjadi korban penganiayaan oleh petarung MMA Yudi Cahyadi saat kediamannya digeruduk sekelompok pria di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Insiden tersebut dipicu oleh tantangan duel fight sampai mati yang sebelumnya dilayangkan Herri melalui media sosial. Tantangan fisik itu ia tujukan kepada pihak-pihak yang membela UAH terkait perbedaan pendapat dalam kontennya, yang juga sempat menyinggung sosok Habib Umar bin Hafidz.
Petarung MMA Yudi Cahyadi sempat menyatakan kesediaannya menerima tantangan Herri lewat Instagram. Namun, situasi di lapangan memanas ketika sekelompok massa yang dikaitkan dengan Yudi menyambangi rumah Herri pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB.
Video kedatangan rombongan tersebut viral usai diunggah oleh Hanny Kristianto melalui akun Instagram @hannykristiantonew. Hanny menyebut massa yang datang diduga berasal dari komunitas bela diri yang hendak memenuhi tantangan Herri.
Ia pun mengimbau masyarakat dan para dai agar menahan diri tidak mendatangi rumah Herri demi menjaga ketenangan anak, istri, serta tetangga sekitar.
Herri menuturkan bahwa rombongan pria tersebut tiba menggunakan kendaraan yang diduga Toyota HiAce berpelat merah. Kuasa hukum Herri menyebut rombongan diduga berasal dari Bandung dan mengatasnamakan kelompok BFC.
Beberapa orang yang datang bahkan sempat mengaku membawa kuasa dari Ustaz Adi Hidayat, meski klaim ini dibeberkan pihak Herri dan masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut. Perdebatan sengit mengenai ucapan tantangan duel pun tak terelakkan di lokasi kejadian.
Dalam rekaman yang beredar, seorang pria bertopi terdengar menyayangkan sikap Herri yang dinilai tidak konsisten dengan pernyataannya di media sosial. Situasi kemudian memuncak ketika tindakan kekerasan fisik diduga melayang ke arah Herri.
Herri mengaku ditendang di bagian perut hingga jatuh tersungkur. Setelah mencoba bangkit, ia mengaku kembali menerima pukulan dan dengkulan di area ulu hati serta perut yang diduga dilakukan oleh Yudi Cahyadi.
Dalam kondisi terdesak, Herri langsung mengunci diri di dalam rumah dan menghubungi Panggilan Darurat Kepolisian 110.
Menerima laporan darurat tersebut, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi Herri ke Polsek Gunung Putri.
Petugas sempat berupaya menggelar mediasi dengan meminta rombongan kembali ke lokasi, namun langkah tersebut menemui jalan buntu karena sejumlah orang yang diduga terlibat langsung sudah meninggalkan tempat.
Tim kuasa hukum Herri lantas menyambangi Polres Bogor sekitar pukul 02.00 WIB dini hari untuk membuat laporan polisi resmi. Proses pelaporan berlangsung hingga pagi hari, disusul dengan rangkaian pemeriksaan medis guna keperluan visum.
Tak terima atas kejadian tersebut, Herri resmi mempolisikan sekitar 20 orang ke Polres Bogor atas dugaan tindak pidana intimidasi, persekusi, provokasi, serta kekerasan fisik.
Dalam keterangannya di media sosial, Herri menyebut nama Yudi Cahyadi serta Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Sanjaya. Herri menduga pergerakan rombongan Yudi digerakkan oleh Edwin, meski dugaan ini murni merupakan pernyataan pelapor yang masih didalami penyidik.
Pihak pelapor mencantumkan dugaan pelanggaran Pasal 262 dan Pasal 471 KUHP dalam berkas laporannya. Hingga kini, penanganan kasus penggerudukan dan dugaan penganiayaan tersebut masih menunggu keterangan resmi serta tindakan hukum lanjutan dari jajaran Polres Bogor.












