ABNnews – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan command center atau pusat komando darurat di Cirebon dan Purwakarta.
Langkah antisipasi ini diambil untuk memastikan operasional pemerintahan serta penanganan bencana tetap berjalan apabila gempa akibat aktivitas Sesar Lembang berdampak besar hingga melumpuhkan kawasan Bandung Raya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa Cirebon dan Purwakarta dipilih berdasarkan kajian awal yang menunjukkan kedua daerah tersebut relatif lebih aman dari ancaman dampak langsung Sesar Lembang.
“Khusus di Cirebon dan Purwakarta yang berdasarkan kajian awal relatif lebih aman dari potensi dampak Sesar Lembang, Pak Gubernur meminta agar disiapkan command center sederhana,” kata Herman saat dikonfirmasi di Bandung, Rabu (14/10/2026).
Herman menambahkan, fasilitas pusat komando darurat tersebut akan disiapkan di gedung negara milik Pemprov Jabar yang berada di kedua kawasan itu. Ruang operasional tersebut bakal dilengkapi dengan perangkat pemantauan serta aplikasi pendukung terpadu.
“Pusat kendali tersebut perlu dilengkapi aplikasi dan ruang operasional yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan penanganan bencana. Dengan begitu, kantor pemerintah di Cirebon maupun Purwakarta dapat difungsikan sebagai pusat komando apabila diperlukan,” terangnya.
Menurut Herman, ketersediaan aset kantor pemerintahan milik Pemprov Jabar di berbagai daerah seperti Bandung, Cirebon, Purwakarta, Bogor, hingga Garut menjadi modal penting dalam menyusun skenario kelangsungan operasional pemerintahan (business continuity plan) saat bencana besar melanda.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah kantor pemerintahan, termasuk di Bandung, Cirebon, Purwakarta, Bogor, dan Garut. Perlu dipastikan sarana pendukung yang dibutuhkan ketika bencana terjadi tersedia, termasuk alat berat dan perlengkapan lainnya,” ujar Herman.
Guna melengkapi kebutuhan perangkat pemantauan, sistem aplikasi, serta infrastruktur teknologi informasi di pusat komando darurat tersebut, Pemprov Jabar tengah menyiapkan usulan anggaran yang akan dibahas bersama DPRD Jabar dalam APBD 2027.
“Kita sudah membahas hal ini agar perencanaan dan penganggarannya dapat dipersiapkan, terutama karena sekarang kita memasuki pembahasan APBD 2027,” tambahnya.
Selain menyiapkan pusat komando alternatif, Pemprov Jabar menekankan krusialnya guncangan edukasi dan sosialisasi mitigasi gempa bumi kepada masyarakat luas, khususnya warga yang tinggal di wilayah berisiko terdampak aktivitas Sesar Lembang.
Herman menegaskan, tingkat kesiapsiagaan warga merupakan benteng utama dalam mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa.
“Yang tidak kalah penting adalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara menyelamatkan diri ketika bencana terjadi. Minimal, masyarakat harus mampu menyelamatkan dirinya sendiri, keluarganya, dan orang lain di sekitarnya,” pungkas Herman.












