Penumpukan Penumpang Membludak di Bandara Palembang Usai 30 Penerbangan Lumpuh Ditutupi Asap

Pesawat komersial Boeing 737-9GP (ER) milik maskapai penerbangan Lion Air bersiap lepas landas di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Senin (5/10/2026).(NOVA WAHYUDI)

ABNnews – Kabut asap tebal yang menyelimuti kawasan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Sumatera Selatan, melumpuhkan sedikitnya 30 penerbangan pada Kamis (8/10/2026).

Dampaknya, terjadi penumpukan penumpang secara membludak yang memenuhi ruang tunggu hingga area restoran bandara lantaran jarak pandang (visibility) merosot drastis hingga tersisa 400 meter.

Kelumpuhan aktivitas penerbangan ini terjadi secara bertahap sejak Kamis pagi. Pada pembaruan awal, tercatat 5 penerbangan terdampak, lalu melonjak menjadi 15 penerbangan pada pukul 13.00 WIB, hingga akhirnya menembus angka 30 penerbangan pada pembaruan pukul 15.00 WIB.

Gangguan meluas tidak hanya pada rute domestik, tetapi juga menyasar penerbangan internasional. Variasi gangguan mencakup keterlambatan (delay), pesawat kembali ke bandara asal (return to base/RTB), hingga dialihkan ke bandara lain (divert).

Beberapa rute internasional yang ikut terdampak di antaranya penerbangan Garuda Indonesia yang mengangkut jemaah umrah dari Jeddah, serta maskapai AirAsia dari Malaysia.

Kondisi tersebut memaksa ratusan calon penumpang telantar dan menanti dalam ketidakpastian. Di media sosial, sejumlah pengguna membagikan kekesalan mereka karena harus menunggu selama berjam-jam tanpa ada tanda-tanda keberangkatan.

Salah seorang penumpang, Diva, mengaku telah tertahan di bandara lebih dari empat jam dari jadwal semula yang seharusnya terbang menuju Jakarta pada siang hari. Ia menggambarkan area runway atau landasan pacu nampak lengang tanpa ada aktivitas pesawat yang take off maupun landing.

“Penerbangan yang seharusnya dilakukan sejak siang hari hingga sore belum dapat diberangkatkan,” beber Diva.

Keluhan senada diutarakan Dion, penumpang yang terpaksa menunggu hingga enam jam. Selain mengacaukan seluruh agenda perjalanannya, Dion meluapkan kekesalannya atas bencana asap tahunan ini dan mendesak pemerintah menghentikan total praktik pembakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Dampak kabut asap bukan hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas publik, termasuk transportasi udara,” tegas Dion, seraya berharap jarak pandang segera membaik agar standar keselamatan penerbangan kembali terpenuhi.

Daftar Rincian 30 Penerbangan Terdampak Kabut Asap

Berdasarkan data pembaruan pukul 15.00 WIB, rincian penerbangan yang terganggu mencakup jadwal keberangkatan dan kedatangan sebagai berikut:

Rute Keberangkatan Terdampak:
* Super Air Jet: IU 921 (Palembang-Jakarta), IU 302 (Palembang-Pangkalpinang), IU 964 (Palembang-Kualanamu), IU 923 (Palembang-Jakarta), IU 879 (Palembang-Jakarta), IU 935 (Palembang-Yogyakarta).


* Garuda Indonesia: GA 101 (Palembang-Jakarta), GA 107 (Palembang-Jakarta), GA 1091 (Palembang-Jakarta), GA 109 (Palembang-Jakarta), GA 113 (Palembang-Jakarta).


* Citilink: QG 987 (Palembang-Jakarta), QG 981 (Palembang-Jakarta), QG 985 (Palembang-Jakarta).


* Batik Air: ID 6871 (Palembang-Jakarta).


* Pelita Air: IP 313 (Palembang-Jakarta).


* AirAsia: AK 461 (Palembang-Kuala Lumpur).


Rute Kedatangan Terdampak (Status Divert, RTB, & Terganggu):

* Divert (Dialihkan): IU 933 Super Air Jet (Yogyakarta-Palembang), QG 980 Citilink (Jakarta-Palembang), GA 955 Garuda Indonesia (Jeddah-Palembang).


* RTB (Kembali ke Bandara Asal): GA 102 Garuda Indonesia (Jakarta-Palembang), QG 9962 Citilink (Jakarta-Palembang), IU 922 Super Air Jet (Jakarta-Palembang), AK 462 AirAsia (Kuala Lumpur-Palembang).


* Kedatangan Lain yang Terdampak: QG 984 Citilink, GA 104 Garuda Indonesia, IU 878 Super Air Jet, ID 6870 Batik Air, IU 965 Super Air Jet (Kualanamu-Palembang), dan GA 108 Garuda Indonesia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *