ABNnews – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sukses menggelar ajang Industrial Festival x Halal Indo 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Pameran ekosistem industri halal nasional ini tak cuma diseruput puluhan ribu pengunjung, tetapi juga berhasil mengantongi komitmen bisnis dengan nilai fantastis mencapai Rp 622 miliar.
Ajang yang mempertemukan pelaku industri, pasar, lembaga halal, akademisi, hingga investor ini menjadi bukti nyata akselerasi Indonesia menuju pusat rantai nilai halal global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, Indonesia menyimpan potensi raksasa untuk tampil sebagai pemain utama industri halal dunia. Keunggulan tersebut disokong oleh besarnya pasar domestik, basis industri yang terus bertumbuh, kualitas SDM, serta kesadaran masyarakat yang kian tinggi terhadap produk halal.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk halal dunia. Kita harus mengambil peran yang lebih besar sebagai produsen dan basis produksi halal global. Karena itu, penguatan industri halal perlu diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, meningkatkan daya saing, sekaligus memperluas penetrasi produk industri nasional ke pasar internasional,” kata Menperin dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menperin pun mengapresiasi keberhasilan pameran ini dalam membuka keran kolaborasi antara produsen, konsumen, dan calon investor.
“Ukuran keberhasilan sebuah pameran bukan hanya ramainya pengunjung, tetapi juga seberapa besar manfaat ekonomi dan kolaborasi bisnis yang dapat terus berlanjut setelah kegiatan selesai,” jelas Agus.
Dihelat selama empat hari pada 24–27 September 2026, Industrial Festival x Halal Indo 2026 menampilkan 346 tenant yang memamerkan deretan produk unggulan, inovasi teknologi, hingga peluang investasi ekosistem halal.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 28.707 pengunjung memadati area pameran sepanjang gelaran berlangsung meningkat 5 persen dibandingkan capaian tahun lalu.
Dari segi denyut ekonomi, transaksi langsung di lokasi tercatat menyentuh angka Rp 8,4 miliar (naik 9 persen), serta membuahkan potensi kesepakatan dan komitmen transaksi bisnis bernilai Rp 622 miliar.
Pada seremoni penutupan (closing ceremony), Kepala BSKJI Kemenperin Emmy Suryandari menekankan bahwa pencapaian jumbo tersebut membuktikan ajang Halal Indo telah berkembang melebihi sekadar fungsi pameran dan promosi biasa.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Industrial Festival x Halal Indo tidak hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga platform untuk mempertumukan industri, pasar, dan investasi dalam rangka memperkuat ekosistem industri halal nasional,” terang Emmy di Tangerang, Minggu (27/9/2026).
Emmy mewanti-wanti agar berakhirnya pameran tidak menghentikan jaringan kerja sama yang telah terbangun. Menurutnya, seluruh komitmen transaksi harus dikejar hingga terealisasi menjadi program bisnis yang konkret.
“Halal Indo 2026 boleh berakhir, tetapi semangat dan kolaborasi yang telah dibangun tidak boleh berhenti. Seluruh gagasan, jejaring, kerja sama, dan komitmen yang lahir harus menjadi energi baru untuk diwujudkan dalam program dan aksi nyata bagi penguatan industri halal Indonesia,” ungkap Emmy.
Guna memenangi persaingan global, Kemenperin berkomitmen mempermudah fasilitasi dan penerapan sertifikasi halal di sektor manufaktur. Kendati demikian, Emmy mengingatkan bahwa sertifikasi halal harus diimbangi dengan kualitas produk yang mumpuni.
“Untuk mampu menembus dan memenangkan pasar global, sertifikasi halal saja tidak cukup. Produk Indonesia harus memiliki daya saing global dan didukung ekosistem halal yang kuat, terintegrasi, serta siap memenuhi kebutuhan industri,” tegas Emmy.
Ia berharap pergerakan rantai pasok industri halal nasional semakin solid sehingga produk-produk buatan dalam negeri makin bertaji di pasar domestik maupun internasional.
“Industrial Festival x Halal Indo bukan sekadar pameran, tetapi ruang kolaborasi. Capaian tahun ini menjadi modal untuk membangun sinergi yang lebih kuat agar industri halal nasional semakin produktif, kompetitif, dan mampu mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai halal global,” pungkasnya.












