Sarana dan Prasarana Taman RPTRA Pedongkelan Jakbar Bilang Dicuri

ABNnews –Sebuah Fasilitas Sarana dan prasarana di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pedongkelan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), hilang dicuri oleh oknum tak bertanggung jawab.

Fasilitas tersebut di antaranya lampu taman, pagar dan fasilitas lainnya dilaporkan satu per satu menghilang dari tempatnya.

“Laporan dari Satpel Tamhut kecamatan memang hilang, ada yang dicuri,” kata Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat Dirja Kusuma saat dihubungi di Jakarta, Senin (28/9/2026), dilansir dari Antara.

Dia mengatakan pihaknya belum membuat laporan kepada polisi, lantaran sesuai prosedur, laporan dibuat oleh petugas pengamanan dalam (pamdal) dan akan diteruskan oleh pihak Sudin Tamhut kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

“Belum, karena harusnya kalau sesuai arahan, dari pamdal yang membuat laporan, nanti baru kita teruskan ke APH,” ujar Dirja.

Selain pencurian, sejumlah fasilitas taman juga mulai rusak, antara lain sarana bermain anak, pot semen, serta fasilitas lainnya.

“Kita sudah cek lokasi bersama Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) di sana. Setelah dicek, rencananya, kita akan memperbaiki secepatnya menggunakan material yang ada di stok kami,” tutur Dirja.

Pihaknya pun telah menginventarisasi kehilangan serta kerusakan fasilitas di lokasi tersebut untuk menghitung kebutuhan material.

“Sementara ini, tim kita sudah ke sana untuk mengukur berapa meter pagar yang dicuri. Nanti, datanya akan kita tindaklanjuti,” ungkap Dirja.

Pihaknya pun telah menginventarisasi kehilangan serta kerusakan fasilitas di lokasi tersebut untuk menghitung kebutuhan material.

“Sementara ini, tim kita sudah ke sana untuk mengukur berapa meter pagar yang dicuri. Nanti, datanya akan kita tindaklanjuti,” ungkap Dirja.

Sementara itu, seorang warga sekitar Taman Pedongkelan Santi (47) mengatakan kerusakan serta kehilangan fasilitas taman membuat area publik itu berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Kalau dibilang sekarang, mah, sudah hampir 99 persen hancur, sudah enggak kayak dulu,” ucap Santi.

Dia menyebutkan pagar besi di sejumlah bagian taman sudah banyak yang hilang. Bangku dan fasilitas lainnya pun disebut sudah tidak lengkap.

“Pagar-pagar ini sebelah sana sudah separuh hilang. Banyak yang hilang-hilang. Hilang pada diambilin sama oknum, besi-besi dicolongin,” kata Santi.

Selain fasilitas yang rusak dan hilang, lampu penerangan di taman juga banyak yang mati.

Kondisi tersebut membuat suasana taman pada malam hari menjadi gelap dan kurang nyaman bagi warga yang datang untuk bersantai maupun berolahraga.

Santi mengungkapkan sebelumnya, taman tersebut memiliki penerangan yang cukup sehingga warga merasa nyaman untuk sekadar bersantai atau berolahraga.

“Dulu terang, terus bagus dilihat juga. Kita senang melihatnya, nongkrong juga betah, apalagi yang olahraga,” imbuh Santi.

Nadzar Lendi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *