ABNnews – Indonesia AirAsia sukses mengungguli para pesaingnya dengan menyabet predikat sebagai “Best Low-Cost Airline in Indonesia 2026” dalam ajang Skytrax World Airline Awards 2026.
Penghargaan internasional ini menegaskan posisi Indonesia AirAsia sebagai pilihan utama masyarakat untuk penerbangan berbiaya hemat.
(Plt.) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Achmad Sadikin Abdurachman, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian beruntun yang diraih maskapai tersebut.
“Kami sangat bangga dinobatkan sebagai Best Low-Cost Airline in Indonesia 2026 dari Skytrax,” kata Achmad Sadikin dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Berdasarkan rilis resmi Skytrax World Airline Awards 2026, Indonesia AirAsia berhasil menduduki posisi pertama di kategori maskapai berbiaya hemat di Indonesia.
Di saat bersamaan, AirAsia Group secara keseluruhan juga kembali dinobatkan sebagai World’s Best Low-Cost Airline 2026 untuk yang ke-17 kalinya secara berturut-turut, sekaligus mempertahankan gelar Best Low-Cost Airline in Asia 2026.
Penghargaan Skytrax World Airline Awards sendiri merupakan salah satu patokan tertinggi dalam industri penerbangan global. Hasilnya murni bersumber dari World Airline Survey yang melibatkan penilaian dan suara langsung penumpang dari berbagai belahan dunia. Ajang ini diselenggarakan secara independen tanpa memungut biaya apa pun dari maskapai penerbangan.
“Pengakuan ini memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia AirAsia karena merupakan bentuk kepercayaan dan apresiasi langsung dari para penumpang yang telah memilih kami untuk menemani perjalanan mereka,” puji Achmad Sadikin.
Achmad Sadikin menambahkan, pencapaian ini menjadi lecutan motivasi bagi pihak manajemen untuk terus menyempurnakan pengalaman terbang para penumpang. Hal ini juga menjadi bukti kuat atas kepercayaan publik selama 25 tahun perjalanan AirAsia di industri penerbangan.
Ke depan, penghargaan bergengsi ini semakin memperkuat komitmen Indonesia AirAsia dalam memperluas konektivitas jaringan udara nasional maupun internasional, terutama yang menghubungkan kota-kota di Indonesia ke berbagai destinasi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) hingga Australia.
“Indonesia memiliki potensi konektivitas udara yang sangat besar. Kami akan terus menghadirkan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat Indonesia, sekaligus membuka akses yang semakin luas bagi wisatawan mancanegara untuk menjelajahi berbagai destinasi di Indonesia,” pungkas Achmad Sadikin.












