ABNnews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melontarkan pernyataan mengejutkan terkait masa depannya setelah tidak lagi menjabat sebagai pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara.
Sigit menegaskan dirinya siap turun ke jalan dan bertindak sebagai koordinator lapangan (korlap) aksi demonstrasi jika keberadaan Desk Ketenagakarjaan Polri diabaikan oleh kapolri penerusnya.
Syarat utama yang ditekankan Sigit adalah agar calon pengawas kepolisian masa depan tetap mempertahankan dan mengoptimalkan peran Desk Ketenagakarjaan Polri yang dibentuk di masanya.
Ia menyampaikan pesan tersebut secara terbuka namun bernada tegas kepada para jajaran yang berpeluang menggantikannya kelak.
“Saya sudah sampaikan ke calon-calon Kapolri nanti kalau saya sudah pensiun. Kalau Desk Ketenagakarjaan itu gak bekerja optimal, saya akan turun memimpin demo, setuju ya?” tegas Sigit, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Sigit, Desk Ketenagakarjaan Polri memiliki peran strategis untuk mengawal berbagai konflik maupun persoalan hukum yang kerap dihadapi para pekerja di Indonesia.
Keberadaan unit ini juga menjadi jembatan utama untuk merawat kepercayaan dan komitmen yang telah terbangun rapat antara Polri dengan elemen buruh.
Lebih jauh, Jenderal Bintang Empat tersebut menyoroti pentingnya peran kepolisian dalam pengawalan regulasi ketenagakarjaan nasional, termasuk isu perburuhan yang sensitif.
“Revisi Undang-Undang Cipta Kerja peran Desk Ketenagakarjaan Polri bisa masuk di dalamnya. Karena ini menjadi bagian dari menjaga komitmen yang sudah terbangun,” kata Sigit.
Oleh karena itu, Sigit berpesan agar keberadaan desk tersebut tidak sekadar dijadikan program seremonial atau sementara.
Ia berharap institusi kepolisian terus mendampingi para pekerja, baik saat menyampaikan aspirasi di muka umum maupun ketika menghadapi berbagai konflik industri.
Kendati sempat menyampaikan ancaman akan turun ke jalan usai pensiun nanti, Sigit mengaku tetap optimistis bahwa institusi Polri akan terus menjalankan fungsi pendampingan buruh tersebut secara konsisten.
“Saya yakin teman-teman juga akan menunjukkan bahwa Desk Ketenagakarjaan akan selalu ada, dari keinginan institusi Polri untuk terus bersama mendampingi teman-teman buruh,” ungkapnya.
Ia pun mengakhiri keterangannya dengan mengingatkan pentingnya menjaga ruang dialog yang tertib dan aman dalam setiap penyampaian pendapat di muka umum.
“Saya selalu sampaikan langkah konstruktif sudah dibangun dari awal. Saya pesan semua dilaksanakan dalam koridor yang tertib, konstruktif, kalaupun besar juga harus tertib,” pungkas Sigit.












