ABNnews – Realisasi investasi kumulatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di seluruh Indonesia mencatatkan rapor mentereng dengan menembus angka Rp 353,3 triliun hingga triwulan I tahun 2026.
Capaian ini menjadi bukti kuat peran KEK yang terus berkembang melampaui fungsi konvensionalnya.
Tidak hanya sukses meraup investasi ratusan triliun, performa 25 KEK yang tersebar di penjuru tanah air ini juga mencatatkan indikator performa yang masif.
Penyerapan tenaga kerja sukses menyerap hingga 266.688 orang tenaga kerja. Sementara itu jumlah pelaku usaha sebanyak 471 pelaku usaha telah beroperasi secara aktif di dalam kawasan.
Pemerintah kini terus mentransformasikan KEK agar tidak sekadar menjadi pusat investasi dan industri logistik, melainkan menjelma sebagai pusat inovasi, riset, pendidikan, serta wadah pengembangan talenta demi mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.
Arah baru pengembangan KEK ini dipertegas oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.
Ia menjelaskan bahwa transformasi ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan, iptek, inovasi, serta transformasi digital sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan secara konkret melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara KEK Singhasari dan Indian Institute of Management (IIM) Bangalore di Jakarta, Senin (6/7/2026).
“Mempertahankan pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup. Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, yang membutuhkan investasi yang lebih besar, produktivitas yang lebih tinggi, inovasi yang semakin kuat, serta sumber daya manusia yang berdaya saing global,” tutur Susiwijono.
Sebagai KEK pertama di Indonesia yang berfokus pada ekonomi digital, pendidikan, dan teknologi, KEK Singhasari terus memperkuat posisinya sebagai international hub.
Sebelum menggaet IIM Bangalore yang merupakan salah satu institusi manajemen terkemuka di Asia, kawasan ini telah sukses menjalin kemitraan serupa dengan King’s College London.
Masuknya IIM Bangalore melengkapi berbagai inisiatif kolaborasi Indonesia–India yang sebelumnya telah mekar di KEK Singhasari, antara lain: Cyber Defense Academy serta Mumbai–Malang Creative Tech Corridor.
Momentum kerja sama di KEK ini sekaligus mempertegas eratnya hubungan bilateral dan ekonomi antara Indonesia dan India.
Berdasarkan data perlintasan dagang, nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun 2025 sukses menyentuh angka USD 23,2 miliar. Sementara untuk periode Januari–April 2026, nilainya sudah tercatat kokoh sebesar USD 7,9 miliar.
Pemerintah optimistis kolaborasi akademisi dan dunia industri ini akan memastikan setiap rupiah keuntungan pengembangan KEK dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Saya yakin kemitraan ini akan menandai tonggak penting dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia, memperkuat ekosistem pendidikan tinggi kita, memperdalam kolaborasi akademisi dan industri, serta memastikan manfaat KEK dapat diwujudkan dalam bentuk SDM yang lebih unggul,” pungkas Susiwijono.












