Korsel Hancur di Piala Dunia 2026, Presiden Lee Jae Myung Ngamuk Sejadi-jadinya!

Ilustrasi. Timnas Korsel tersingkir dari Piala Dunia 2026 (Foto: x)

ABNnews – Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, mengamuk sejadi-jadinya setelah tim nasionalnya dipastikan tersingkir tragis dari ajang bergengsi Piala Dunia 2026.

Skuad Taeguk Warriors dipaksa angkat koper lebih awal setelah hanya mampu finis di peringkat ketiga babak penyisihan Grup A.

Melalui akun media sosial X pribadinya, Lee mengecam keras performa skuad timnas sekaligus menuduh jajaran ofisial tim sebagai pihak tidak kompeten yang merusak struktur sepak bola.

Di tengah luapan amarahnya, ia juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik Korsel.

“Ketika loyalitas dan faksionalisme lebih dihargai daripada kompetensi, dan orang-orang yang tidak kompeten diangkat ke posisi kepemimpinan, hasilnya hampir tidak dapat dihindari,” tulis Lee dalam postingannya yang dikutip Senin (29/6/2026).

“Saya menyampaikan permintaan maaf terdalam kepada publik atas kekecewaan mendalam disebabkan oleh hasil yang tidak bisa diterima ini,” lanjutnya tegas.

Atas kegagalan memalukan ini, Presiden Lee berjanji akan segera melakukan reformasi total dalam birokrasi dan administrasi olahraga demi memastikan tragedi serupa tidak terulang di masa depan.

Sengatan kritik pedas dari orang nomor satu di Korsel tersebut langsung memicu efek domino. Sang juru taktik, Hong Myung-bo, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Minggu (28/6/2026), hanya berselang sehari setelah tim asuhannya tersingkir.

Mantan kapten legendaris timnas Korsel berusia 57 tahun itu awalnya dibebani target tinggi untuk membawa negaranya lolos dari Grup A yang dihuni oleh tuan rumah Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko.

Namun, realita di lapangan berbicara lain. Korsel terseok-seok dan hanya mengantongi tiga poin hasil dari sekali menang dan dua kali kalah.

“Saya tidak dapat mengatakan setiap keputusan adalah keputusan yang tepat, tapi saya bisa menyampaikan kepada Anda, saya telah membuat setiap keputusan dengan mempertimbangkan sepak bola Korea,” ujar Hong kepada kantor berita Yonhap.

Sejatinya, Hong Myung-bo sudah dihujani kritik tajam oleh para penggemar dan media lokal bahkan sebelum turnamen bergulir.

Ketegangan memuncak saat ia mengambil keputusan kontroversial dengan mencoret sang kapten sekaligus bintang utama, Son Heung Min, dalam laga hidup-mati melawan Afrika Selatan.

Padahal, Korsel hanya membutuhkan hasil imbang untuk menyegel tiket lolos ke fase gugur. Keputusan berani tersebut justru menjadi bumerang fatal bagi tim. Tanpa kehadiran Son di lini serang, Korsel tak berkutik dan dipaksa menyerah 0-1 dari Afrika Selatan.

Sepanjang fase grup, satu-satunya kemenangan Korsel diraih saat membungkam Republik Ceko dengan skor 2-1. Sementara itu, kekalahan beruntun dengan skor identik 0-1 saat bersua Afrika Selatan dan Meksiko resmi menutup paksa perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *