ABNnews – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama kementerian dan lembaga terkait terus bergerak taktis mempercepat penanganan kepadatan kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Melalui sinergi lintas sektor, antrean panjang kendaraan yang sempat memadati area pelabuhan kini dilaporkan mulai berangsur terurai dan layanan konektivitas utama Jawa-Bali tersebut kembali normal serta terkendali.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa seluruh pihak bergerak cepat demi mengamankan kelancaran logistik dan mobilitas masyarakat di jalur strategis nasional tersebut.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa dan menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi. Sejak awal, seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama untuk memastikan layanan tetap berjalan aman, lancar, dan andal,” ujar Heru, Minggu (28/6/2026).
Peningkatan volume kendaraan di Pelabuhan Ketapang belakangan ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor. Mulai dari lonjaknya mobilitas warga selama libur sekolah, faktor cuaca yang mengganggu pola operasi pelayaran, hingga adanya pengalihan arus distribusi kendaraan logistik dari lintasan lain.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, memastikan pihaknya telah mengoptimalkan seluruh sumber daya di lapangan guna mempercepat pengosongan antrean.
“Kami mengoperasikan 28 hingga 30 kapal setiap hari, mengoptimalkan layanan di Dermaga MB, LCM, Bulusan, dan ponton, serta menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat siklus pelayaran,” jelas Arief.
Demi meminimalkan gesekan antarkendaraan (mixing conflict), ASDP membagi zonasi dermaga berdasarkan karakteristik muatan:
* Kendaraan Pribadi & Kecil: Diprioritaskan menyeberang melalui Dermaga MB I, MB II, MB III, dan dermaga ponton.
* Kendaraan Logistik Besar: Dialihkan penuh melalui MB IV dan tiga dermaga LCM untuk mempercepat proses bongkar muat.
Di sisi darat, ASDP berkolaborasi dengan Satlantas Polresta Banyuwangi mengaktifkan kantong parkir Bulusan sebagai buffer zone (zona penyangga) yang mampu menampung sekitar 400 armada logistik. Truk golongan VI ke atas sengaja ditahan di area ini (delaying system) hingga dermaga siap menampung muatan baru.
Sementara itu, untuk menghindari penumpukan di jalur arteri, kendaraan kecil dan mobil pribadi yang datang dari arah selatan Banyuwangi dialihkan petugas melewati Jalan Lingkar Ketapang.
Pihak ASDP juga terus memperbarui koordinasi dengan BMKG untuk memantau pergerakan cuaca demi keselamatan pelayaran. Pengguna jasa pun diimbau untuk memesan tiket secara daring melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di area pelabuhan.
Menariknya, selama periode libur sekolah ini, masyarakat masih bisa memanfaatkan Program Diskon Tarif Penyeberangan. Program ini memberikan potongan 100 persen untuk tarif jasa kepelabuhanan, atau setara dengan diskon rata-rata 21,9 persen dari total harga tiket di tujuh lintasan strategis nasional, termasuk rute Ketapang–Gilimanuk.












