Dunia  

Gempa Horor Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.430 Jiwa, 50 Ribu Orang Hilang!

Gempa venezuela (Foto: AFP/Maryorin Mendez)

ABNnews – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela kini telah menembus angka 1.430 jiwa.

Situasi di lapangan kian mencekam lantaran waktu bagi tim penyelamat untuk menemukan korban selamat di bawah reruntuhan bangunan semakin sempit, di tengah laporan PBB yang menyebutkan bahwa lebih dari 50.000 orang dinyatakan hilang.

Memasuki masa krusial 72 jam atau 3 hari pasca-gempa, puluhan ribu orang tersebut diduga kuat masih terjebak di balik puing-puing bangunan yang runtuh dan tersebar di berbagai kota.

Presiden Majelis Nasional, Jorge Rodriguez, melaporkan pada Sabtu (27/6/2026) bahwa selain 1.430 korban tewas, tercatat ada 3.238 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, PBB memperkirakan kerugian fisik akibat bencana ini mencapai US$ 6,7 miliar atau setara dengan enam persen dari total PDB Venezuela.

Di tengah penderitaan warga, pesawat bantuan pertama dari Amerika Serikat akhirnya mendarat di Caracas demi menyuplai jutaan orang yang kini terancam kekurangan sanitasi serta kebutuhan pokok.

Bencana alam ini memperburuk kondisi domestik Venezuela yang sebelumnya sudah babak belur dihantam krisis ekonomi akut dan gejolak politik hebat, tepatnya sejak pasukan khusus AS menangkap pemimpin otoriter Nicolas Maduro pada Januari 2026 lalu.

Merespons kemarahan publik atas lambatnya penanganan dari pejabat setempat, pemimpin sementara Venezuela yang didukung AS, Delcy Rodriguez, menyampaikan rasa terima kasihnya atas gelombang bantuan internasional yang mulai mengalir masuk.

Hingga saat ini, proses evakuasi terus dikebut. Tim profesional internasional berkolaborasi dengan warga lokal yang nekat menggali puing secara mandiri demi mencari kerabat mereka yang hilang akibat dua gempa besar pada Rabu (24/6/2026).

Para ahli memperingatkan bahwa jendela waktu 72 jam pertama adalah periode hidup-mati untuk menemukan korban selamat. Selepas itu, operasi biasanya akan berubah menjadi upaya evakuasi jenazah.

Kondisi evakuasi digambarkan sangat berat oleh para relawan di lapangan:
* Kondisi Lapangan: Suasana sangat kacau, suhu udara panas ekstrem, dan koordinasi lokal belum terorganisir dengan baik.

* Pernyataan Relawan: “Saat ini, mereka mungkin sudah menjadi mayat. Hanya keajaiban Tuhan bila kita masih bisa menemukan orang yang hidup,” ujar seorang petugas penyelamat asal El Salvador yang menolak disebutkan namanya.


Meski diselimuti kabar duka, secercah harapan muncul saat seorang bayi ditemukan dalam kondisi hidup di balik reruntuhan wilayah pesisir La Guaira, utara Caracas.

Bayi tersebut berhasil dievakuasi pada Jumat (26/6/2026), atau sekitar 32 jam setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang. Momen emosional seorang pria menggendong bayi tersebut sambil menangis pun viral di media sosial.

Kendati demikian, skala dampak bencana ini tetap luar biasa masif. Berdasarkan data Badan Migrasi PBB, diperkirakan hingga 6,76 juta orang terdampak langsung oleh gempa ini.

Jutaan pengungsi tersebut kini berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan pasokan cepat berupa tempat penampungan, air bersih, layanan kesehatan, sanitasi, serta barang-barang bantuan penting lainnya yang mendesak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *