ABNnews – Skenario babak 32 besar Piala Dunia 2026 menyajikan sejumlah duel panas yang dipastikan memanjakan mata pencinta sepakbola.
Dua tim raksasa dari Grup F, Belanda dan Jepang, sudah ditunggu lawan-lawan tangguh dari Grup C setelah keduanya resmi memastikan diri lolos ke fase gugur.
Kepastian ini didapat usai matchday terakhir babak penyisihan grup yang berlangsung dramatis pada Jumat (26/6/2026) pagi WIB.
Belanda sukses keluar sebagai juara Grup F, sementara Jepang mengekor di posisi runner-up.
Sesuai bagan turnamen, tim asuhan Ronald Koeman selaku jawara Grup F akan ditantang oleh runner-up Grup C, Maroko. Duel sengit ini akan digelar di Estadio Monterrey pada Selasa (30/6) pukul 08.00 WIB.
Sementara itu, ujian mahaberat harus dihadapi Jepang yang langsung dipasangkan dengan juara Grup C, Brasil, di Houston Stadium pada hari yang sama pukul 00.00 WIB.
Langkah mulus Belanda ke babak 32 besar dipastikan setelah mereka menghajar Tunisia dengan skor meyakinkan 3-1 di Kansas City Stadium.
Hasil positif ini membuat De Oranje finis di urutan pertama dengan koleksi tujuh poin, hasil dari dua kali menang dan sekali imbang.
Di waktu yang sama, Jepang menyusul ke fase gugur dengan status tak terkalahkan selama fase grup setelah bermain imbang 1-1 melawan Swedia di Dallas Stadium.
Mengantongi lima poin, Samurai Biru melaju sebagai pendamping Belanda berkat catatan satu kemenangan dan dua kali seri.
Hasil imbang kontra Jepang rupanya membawa berkah tersendiri bagi Swedia. Anak asuh Graham Potter finis di urutan ketiga dengan empat poin.
Mereka pun berhak mencicipi babak 32 besar setelah mengunci posisi sebagai salah satu dari delapan tim peringkat tiga terbaik di turnamen. Berbeda dengan Belanda dan Jepang, Swedia masih harus menunggu calon lawan mereka, yang kemungkinan besar adalah salah satu di antara Jerman, Swiss, Prancis, atau Norwegia.
Nasib kontras dan mengenaskan justru menimpa Tunisia. Wakil Afrika ini harus angkat koper lebih awal dengan status juru kunci Grup F tanpa meraih satu poin pun akibat menelan tiga kekalahan beruntun.
Perjalanan mereka di Piala Dunia kali ini diwarnai kisruh internal menyusul pergantian pelatih di tengah turnamen, hingga membuat mereka babak belur dengan catatan mencetak dua gol dan kebobolan 12 kali.












