banner 728x250

Sigi Terdampak Parah Pasca-Gempa M 6,7 Palu, Ratusan Rumah Rusak hingga Belasan Luka Berat

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae didampingi Wabup Samuel Yansen Pongi memimpin rapat darurat di Palolo dan Nokilalaki, Sigi, Sulteng, Selasa (16/6/2026). (ANTARA/HO-BPBD Sigi)

ABNnews – Wilayah Kabupaten Sigi terdampak parah pasca-gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (16/6) kemarin.

Data terbaru menunjukkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan masif dan belasan orang dilaporkan menderita luka berat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, Henri Kusuma, memaparkan dari hasil pendataan sementara, total ada 787 rumah bangunan yang mengalami kerusakan di lima wilayah kecamatan terdampak.

“Untuk rincian bangunan rusak di wilayah itu, yaitu sebanyak 707 rumah rusak ringan, 68 rusak sedang, dan 12 rusak berat,” kata Henri di Sigi seperti dilansir dari Antara, Rabu (17/6/2026).

Henri mengonfirmasi guncangan gempa tektonik ini berdampak sangat fatal pada klaster pemukiman warga di Sigi. Hingga Rabu malam, tercatat belasan desa menderita kerusakan paling parah.

“Data sementara hingga malam ini terdapat 17 desa yang tersebar di lima Kecamatan yakni Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, dan Lindu yang terdampak parah akibat gempa bumi,” jelasnya.

Bencana alam ini tidak hanya meluluhlantakkan infrastruktur rumah tinggal, tetapi juga memakan korban jiwa dan luka-luka. BPBD Sigi mencatat total warga yang terdampak langsung gempa bumi dangkal ini mencapai 912 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 1.412 jiwa.

Dari jumlah populasi terdampak tersebut, puluhan orang dilaporkan mengalami cedera akibat tertimpa reruntuhan material bangunan, serta satu orang dinyatakan meninggal dunia.

“Jadi ada satu warga meninggal dunia, 42 orang luka ringan, dan 13 warga luka berat. Semua korban sudah ditangani tim kesehatan dari puskesmas serta RSUD Torabelo,” ungkap Henri merinci kondisi penanganan medis para korban.

Merespons kedaruratan yang terjadi, Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae langsung turun tangan ke lapangan. Ia memastikan seluruh instrumen logistik dan medis bagi masyarakat terdampak, khususnya di kawasan terdampak parah seperti Desa Kamarora A dan Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, berjalan optimal dan tepat sasaran.

Bupati Rizal langsung mengumpulkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk melakukan langkah-langkah pemulihan darurat di lokasi bencana.

“Saya sudah kumpulkan kepala OPD teknis terkait guna mempercepat langkah-langkah pemulihan di wilayah terdampak bencana gempa bumi,” tegas Rizal.

Demi mempercepat proses pengajuan bantuan rehabilitasi bangunan, Rizal memerintahkan jajaran BPBD, para kepala desa, hingga camat setempat untuk bersinergi ketat di lapangan.

Ia memberikan target waktu yang ketat agar verifikasi data kerusakan fisik bangunan bisa segera diselesaikan.

“Kami perintahkan untuk bersinergi dalam menyelesaikan data kerusakan rumah dalam waktu 1×24 jam,” ucap Rizal.

Sembari merampungkan proses validasi data, pemerintah daerah bersama relawan juga langsung mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar darurat ke titik-titik posko pengungsian di wilayah Sigi.

“Kami juga sudah mulai mendistribusikan makanan, air bersih, dan pendirian tenda darurat di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan gempa bumi tektonik berkekuatan M 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulteng, pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA.

BMKG merilis informasi bahwa episentrum atau pusat gempa bumi tersebut terletak di darat pada koordinat 1,13 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,23 derajat Buruj Timur (BT), tepatnya berlokasi di 42 kilometer arah tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 Km.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *