banner 728x250

Pelaku Penyekapan dan Pemerkosaan Mahasiswi Makassar Diciduk di Surabaya

Foto: Mahasiswi di Makassar disekap 3 hari dan diperkosa di sebuah kontrakan usai tergiur lowongan pekerjaan. (Dok. Istimewa)

ABNnews – Pelarian pria pelaku penyekapan dan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi asal Kalimantan Utara (Kaltara) berakhir di tangan polisi.

Pelaku yang menjebak korbannya lewat lowongan kerja (loker) palsu di media sosial tersebut diringkus saat kabur ke Kota Surabaya, Jawa Timur.

“Iya, pelaku sudah ditangkap saat berada di Surabaya,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, Minggu (17/5/2026).

Arya menerangkan, kasus memilukan ini bermula ketika korban tergiur lowongan pekerjaan sebagai pengasuh anak (babysitter) yang diunggah pelaku di media sosial.

Korban yang terpedaya kemudian nekat bertolak ke Makassar dan ditempatkan oleh pelaku di sebuah rumah di kawasan Kecamatan Tamalate.

Setibanya di lokasi, pelaku berdalih pekerjaan sebagai pengasuh anak belum bisa dimulai. Selama masa tunggu tersebut, korban diminta bekerja sementara waktu sebagai pembantu rumah tangga di rumah sewaan pelaku selama dua hari.

Petaka pecah pada hari ketiga. Pelaku mendadak merangsek masuk ke dalam kamar korban sambil menodongkan senjata tajam jenis pisau cutter.

Di bawah ancaman, korban langsung disekap dengan mata dan mulut dibalut lakban, sebelum akhirnya diperkosa berulang kali secara sadis.

“Korban berhasil melarikan diri dan segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Selain melakukan kekerasan seksual, pelaku juga diketahui mencuri uang, sepeda motor, dan telepon genggam milik korban,” jelas Arya.

Mendapat laporan korban, Satreskrim Polrestabes Makassar langsung bergerak melakukan pengejaran kilat. Pelaku terdeteksi kabur menyeberang pulau menggunakan kapal laut menuju Surabaya.

Polrestabes Makassar kemudian berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk melakukan penyergapan. Hasilnya, pelaku berhasil dibekuk tanpa perlawanan.

Mengerikannya, dari hasil penyelidikan awal, pelaku kedapatan sudah menyiapkan modus serupa di Surabaya. Bahkan sebelum kapalnya bersandar, pelaku diketahui telah kembali memasang iklan lowongan kerja palsu di Facebook untuk menjaring korban baru.

Polisi juga membongkar siasat rapi pelaku dalam menjebak para korbannya. Rumah yang menjadi lokasi penyekapan di Makassar ternyata sengaja disewa secara harian demi menghilangkan jejak.

“Rumah yang digunakan pelaku di Makassar bukan kontrakan jangka panjang, melainkan rumah sewa harian yang sengaja dipakai untuk menjebak korban. Pelaku diketahui menyewa rumah dengan tarif sekitar Rp 300 ribu per hari,” beber Arya.

Meski pelaku berdalih baru pertama kali melancarkan aksi bejatnya di Makassar, polisi tidak percaya begitu saja dan menduga kuat ada korban lain.

Berdasarkan catatan kepolisian, pelaku juga teridentifikasi merupakan residivis yang pernah terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Takalar.

“Masih kami dalami kemungkinan adanya tindak pidana lain yang pernah dilakukan pelaku. Untuk sementara belum ditemukan indikasi jaringan, pelaku bergerak sendiri,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *