banner 728x250

Perut Membesar Dikira Lemak Bakso dan Seblak, Wanita Ini Ternyata Miliki Kista Berukuran 29 Cm

Foto: tangkapan layar viral

ABNnews – Seorang wanita asal Bekasi mendadak viral di jagat media sosial setelah membagikan kisah perjuangan kesehatannya yang mengejutkan.

Bagaimana tidak, ia yang awalnya mengira perutnya membesar dan membuncit hanya karena timbunan lemak akibat hobi makan bakso dan seblak, ternyata divonis mengidap kista ovarium berukuran raksasa mencapai 29 sentimeter.

Wanita bernama Siti Zahro (23) itu menceritakan, dirinya baru menyadari ada sesuatu yang tidak biasa ketika perut bagian bawahnya terus-menerus membesar dan terasa kian berat dari hari ke hari.

“Awalnya aku pikir cuma lemak biasa. Soalnya perut aku memang sudah agak buncit dari tahun sebelumnya, tapi cuma di bagian bawah dan masih lembek,” ungkap Siti dikutip detikcom, Minggu (14/6/2026).

Namun, dugaannya meleset jauh. Kondisi fisik yang dialaminya ternyata bukan sekadar perkara timbunan lemak setelah makan.

Usai menjalani serangkaian pemeriksaan medis yang mendalam, dokter berhasil menemukan adanya kista ovarium berukuran fantastis bersarang di dalam tubuhnya.

Sebelum divonis mengidap kista ovarium raksasa, Siti mengaku kerap merasakan sejumlah gejala dan keluhan fisik. Sayangnya, sinyal-sinyal dari tubuh tersebut sempat ia abaikan karena dianggap sebagai keluhan ringan biasa.

Ia sering merasakan nyeri yang hilang-timbul di perut bagian kanan. Tak hanya itu, area pinggang dan punggung belakangnya juga kerap terasa sangat pegal hingga perlahan mulai mengganggu rutinitas serta aktivitasnya sehari-hari.

“Yang paling sering aku rasain itu sakit perut bagian kanan. Terus pinggang sama punggung belakang sakit banget, pegel banget,” keluhnya.

Siti tidak langsung buru-buru memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan karena mengira rasa pegal dan nyeri tersebut murni akibat faktor kelelahan bekerja atau intensitas aktivitas harian saja.

Di sisi lain, Siti membeberkan bahwa dirinya memiliki pola makan yang terbilang kurang ideal. Ia merupakan pencinta berat hidangan bercita rasa pedas dan asin, seperti bakso dan seblak. Dalam sehari, ia bahkan sangat jarang menyentuh nasi.

“Aku makan nasi cuma sehari sekali. Pagi biasanya makan bakso, siang baru makan nasi. Pulang kerja selalu beli seblak, terus malam suka ngemil makanan pedas-pedas,” bebernya.

Selain pola diet yang kurang seimbang, kesibukan bekerja juga membuat Siti terbiasa dengan kebiasaan buruk sering menahan buang air kecil.

Meski demikian, secara medis hingga kini belum ada bukti ilmiah konkret yang menyatakan bahwa konsumsi makanan pedas maupun kebiasaan menahan pipis memicu pembentukan kista ovarium secara langsung.

Menurut penuturan Siti, perubahan fisik yang paling drastis dan mencolok justru terjadi saat dirinya sedang didera stres berat. Pada momen itulah, perutnya mendadak terasa jauh lebih berat dan ukurannya membengkak dengan cepat. Kondisi mengkhawatirkan ini yang akhirnya mendorong Siti untuk memberanikan diri pergi ke fasilitas kesehatan.

Tepat pada Maret 2026, Siti menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG) transvaginal. Hasilnya pun mengejutkan, tim medis menemukan kantung kista ovarium berukuran sekitar 29 sentimeter.

Guna memastikan kondisinya, ia kembali menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada April. Hasil pemindaian memperlihatkan visual kista yang sangat besar dengan dimensi mencapai sekitar 23 x 29 sentimeter.

“Dokter bilang harus segera dioperasi karena ukurannya sudah besar dan terus bertambah,” jelas Siti.

Berdasarkan penjelasan dari dokter yang menangani kasusnya, pertumbuhan kista masif yang dialami Siti ini diduga kuat berkaitan erat dengan faktor ketidakseimbangan hormonal di dalam tubuh.

Secara medis, kista ovarium sendiri merupakan kantung berisi cairan yang tumbuh di dalam atau pada permukaan indung telur (ovarium). Mayoritas kista sebenarnya bersifat jinak dan memiliki kemampuan untuk mengecil atau hilang dengan sendirinya.

Namun pada beberapa kasus tertentu, kista dapat terus berkembang dan membesar hingga memicu gejala klinis seperti nyeri panggul kronis, perut terasa penuh, cepat kenyang saat makan, hingga perubahan bentuk perut yang signifikan.

Mengingat ukuran kista milik Siti sudah sangat besar dan mendesak organ tubuh lainnya, tim dokter merekomendasikan tindakan pembedahan (operasi) secepatnya untuk menghindari risiko komplikasi yang lebih serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *