banner 728x250

Bukalapak Rombak Pengurus: Eks Kapolri Jadi Komut, Yenny Wahid Pamit

Ilustrasi. Bukalapak. REUTERS

ABNnews – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran pengurus dewan komisaris dan direksi perseroan.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (11/6/2026), emiten teknologi ini resmi mengangkat mantan Kapolri Jenderal (Purn) Sutarman sebagai Komisaris Utama (Komut) yang baru, bersamaan dengan pamitnya Yenny Wahid dari jajaran komisaris.

Dalam agenda tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan Sutarman sebagai Komisaris Independen sekaligus menggantikan posisi Komisaris Utama sebelumnya.

Langkah penunjukan Kapolri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini dinilai sebagai bagian dari strategi regenerasi serta penguatan tata kelola korporasi.

Sutarman dinilai memiliki kapasitas mumpuni, khususnya keahlian di bidang keamanan siber (cybersecurity). Kompetensi ini dipandang sangat krusial dan sesuai dengan sosok yang dibutuhkan Bukalapak sebagai korporasi yang menggunakan ekosistem teknologi secara ekstensif.

“Dengan pengalaman dan kontribusi beliau yang luas, khususnya dalam bidang kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan siber, kami berharap kehadiran beliau dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan dan memberikan perspektif strategis bagi Perseroan dalam menghadapi perkembangan industri digital yang terus berkembang serta mendukung pertumbuhan Perseroan yang berkelanjutan,” ungkap mantan Komisaris Utama Perseroan, Adi Wardhana Sariaatmadja, dalam keterangan tertulisnya dikutip Jumat (12/6/2026).

Selain merombak kursi dewan komisaris, RUPST Bukalapak juga merestui perubahan penting di jajaran direksi. Para pemegang saham menyetujui pengangkatan Natalia Firmansyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama untuk menggantikan Willix Halim yang telah resmi menyelesaikan masa tugasnya.

Di saat yang sama, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali Victor Putra Lesmana untuk melanjutkan tugasnya sebagai Direktur Bukalapak.

Ke depan, Natalia akan memimpin nakhoda Bukalapak untuk sementara waktu hingga proses pengangkatan Direktur Utama definitif dilaksanakan sesuai regulasi serta rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi perusahaan. Susunan pengurus anyar ini diharapkan tangguh menavigasi dinamika industri digital yang bergerak super cepat.

Bersamaan dengan masuknya eks Kapolri Sutarman, manajemen Bukalapak turut mengumumkan masa purna bakti Yenny Wahid sebagai Komisaris Independen sekaligus ESG Ambassador perseroan.

Pihak Bukalapak menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi putri dari Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut. Selama menjabat, Yenny dinilai telah memberikan banyak perspektif berharga serta nilai tambah yang kuat demi mendukung pertumbuhan Bukalapak yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *