ABNnews – Letusan dahsyat melanda Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (7/6/2026) siang pukul 14.12 WITA.
Dampak letusan besar yang menyemburkan kolom abu vulkanik hingga setinggi 2.000 meter ke udara ini memaksa otoritas terkait menutup operasional dua bandara demi keselamatan jalur penerbangan.
Hingga saat ini, dua bandara yang ditutup meliputi Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere dan satu bandara terdampak lainnya.
Penutupan aktivitas penerbangan ini diberlakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan akibat pekatnya sebaran abu vulkanik di ruang udara.
Erupsi gunung api aktif kali ini terbilang sangat besar karena memicu suara gemuruh yang kuat serta fenomena hujan pasir yang langsung melanda permukiman warga di sekitar lereng gunung. Kolom abu vulkanik terpantau melambung tinggi sekitar 3.584 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Berdasarkan data resmi dari Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, kolom abu yang keluar dari mulut kawah berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal. Angin kencang di lokasi membawa material abu tersebut condong bergerak ke arah barat dan barat laut.
“Erupsi ini terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 22.2 mm dan durasi gempa letusan kurang lebih 4 menit 48 detik,” tulis petugas pos pengamatan dalam laporan resminya, Minggu (7/6/2026).
Amukan Gunung Lewotobi Laki-Laki tidak hanya menyemburkan abu vulkanik tebal, tetapi juga melontarkan material kasar berupa pasir dan kerikil yang menghujani wilayah kaki gunung. Saat ini, tingkat aktivitas gunung api tersebut masih tertahan kokoh di Status Level III (Siaga).
Mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, petugas berwenang langsung mengeluarkan instruksi tegas bagi seluruh masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan untuk segera mengosongkan dan menjauhi area dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan Pemerintah Daerah (Pemda), serta tidak termakan isu-isu hoaks yang beredar.
Selain ancaman material vulkanik yang melayang di udara, petugas juga memberikan peringatan dini terkait potensi ancaman banjir lahar hujan (lahar dingin). Jika wilayah puncak diguyur hujan dengan intensitas tinggi, aliran sungai yang berhulu di gunung bisa menjadi sangat berbahaya karena membawa material endapan erupsi.
Masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai, khususnya di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Sementara itu, dampak erupsi dilaporkan terus meluas hingga sore hari. Sebaran abu vulkanik berintensitas tebal kini terpantau sudah mulai memasuki wilayah Kabupaten Sikka.
Warga yang terdampak hujan abu diimbau wajib mengenakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).













