banner 728x250

Amuk Massa di Huamual Maluku Dipicu Kasus Pelecehan, Kendaraan Dinas Polisi Jadi Sasaran

Mobil operasional Polres Seram Bagian Barat Dan sebuah motor milik anggota Babinkantibas dibakar massa saat bentrokan antara warga Dusun Katapang Dan Olas, Kecamatan Huamual, pecah pada Sabtu (6/6/2026)(Anggota Polres SERAM Bagian Barat)

ABNnews – Aksi amuk massa yang berujung anarkistis pecah di wilayah Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku.

Bentrokan berdarah antarwarga yang diduga kuat dipicu oleh kasus pelecehan seksual terhadap seorang perempuan tersebut merembet pada penyerangan aparat, hingga membuat dua unit kendaraan dinas milik kepolisian jadi sasaran amarah dan hangus dibakar massa menggunakan bom molotov.

Insiden menegangkan itu terjadi pada Sabtu (6/6/2026) di area pertikaian antara kelompok warga Dusun Katapang dan Dusun Olas. Dua kendaraan milik korps bhayangkara yang kini tinggal puing adalah mobil operasional Kabag Ops Polres SBB dan sepeda motor dinas milik anggota Bhabinkamtibmas Desa Lokki.

Kapolsek Huamual, Ipda Luken Soplanit, mengonfirmasi langsung insiden pembakaran tersebut. Luken membeberkan bahwa massa secara brutal melemparkan bom molotov tepat ke arah kendaraan petugas yang tengah bersiaga di lokasi.

“Mereka pakai bom molotov lalu hajar mobil dan motor polisi sampai terbakar. Yang terbakar itu mobil milik Kabag Ops dan motor milik Babinkamtibmas Lokki,” ungkap Luken saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (6/6/2026).

Akibat serangan itu, kedua kendaraan hangus total dan dipastikan rusak parah tidak dapat digunakan lagi.

Luken menceritakan kronologi di balik aksi pembakaran tersebut. Menurutnya, situasi di lapangan sebenarnya sempat berangsur-angsur kondusif setelah aparat keamanan diterjunkan untuk meredam pertikaian. Bahkan, petugas di lapangan sudah berbaur tenang dengan warga setempat.

Namun, kondisi damai itu seketika berubah mencekam lantaran ulah provokator. Seseorang tiba-tiba muncul dan menyebarkan informasi palsu (hoaks) bahwa polisi telah menembak salah satu warga yang terlibat bentrok.

“Kondisi sudah tenang, kita sudah berbaur dengan massa. Tiba-tiba ada satu orang yang muncul dan berlari membuat terjadi konsentrasi massa, lalu mereka juga menuduh polisi telah menembak warga,” beber Luken.

Isu liar tersebut langsung memantik emosi massa yang kembali memuncak. Tanpa pikir panjang, warga yang telanjur naik pitam melampiaskan kemarahan mereka dengan menyerbu dan membakar kendaraan polisi yang terparkir di lokasi kejadian.

“Saat ini kendaraan yang terbakar itu sedang diangkut dari lokasi,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, bentrokan antara warga Dusun Katapang dan Dusun Olas ini mulai pecah pada Sabtu siang. Pertikaian sengit antar-kampung tersebut disinyalir berhulu dari adanya laporan kasus pelecehan seksual terhadap seorang perempuan setempat.

Akibat saling serang menggunakan senjata tajam selama bentrokan, tiga orang dilaporkan tumbang mengalami luka serius akibat sabetan parang. Ketiga korban saat ini sudah dievakuasi dan tengah menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit terdekat.

Pihak kepolisian menegaskan, situasi di lokasi saat ini terus dijaga ketat guna mengantisipasi adanya bentrok susulan. Petugas juga tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut tuntas penyebab utama bentrokan serta memburu para pelaku yang nekat melakukan aksi pembakaran terhadap kendaraan dinas kepolisian tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *