ABNnews – Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan evakuasi dramatis seorang pria bertubuh kurus kering di lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial.
Saat pertama kali ditemukan oleh warga, kondisi pria yang ternyata sudah dilaporkan hilang selama 3 tahun itu sangat memprihatinkan dengan tubuh yang lemas hingga sempat dikerumuni lalat.
Berdasarkan penelusuran detikJabar, peristiwa penemuan mencengangkan ini terjadi di area jalur pendakian ilegal Gunung Salak pada Senin (25/5/2026).
Keberadaan korban pertama kali diendus oleh warga setempat yang kebetulan tengah masuk ke dalam kawasan hutan untuk mengecek saluran air.
Saat ditemukan, posisi pria paruh baya tersebut nyaris tak sadarkan diri di tengah bebatuan sungai. Saking lemasnya dan diduga sudah terlampau lama terkapar menahan lapar di cuaca gunung yang dingin, tubuhnya sampai pasrah saat dikerumuni lalat.
Dalam potongan video viral tersebut, ia tampak terduduk lemas di atas batu berlumut. Pria misterius ini hanya mengenakan kemeja kotak-kotak biru pudar dengan kancing terbuka serta sehelai kain sarung hitam yang menutupi bagian kakinya.
Dengan sisa-sisa tenaga yang nyaris habis, pria tersebut terlihat gemetar saat berupaya merobek bungkus makanan ringan. Camilan instan itu merupakan asupan pertama yang disuapkan warga setempat guna mengganjal perutnya yang dirundung kelaparan ekstrem.
Relawan Ambulans Sukabumi Bersatu (ASB), Muh Irfan Maulana, yang ikut terjun langsung dalam operasi penyelamatan mengonfirmasi kebenaran insiden tersebut. Irfan menyebut korban mengalami syok berat dan bertingkah layaknya orang linglung akibat kelelahan yang luar biasa.
“Pas ketemu di gunung awal mula dia kayak yang syok gitu ditemuin orang banyak tuh. Jadi diajak komunikasi tuh agak susah,” ungkap Irfan dikutip detikJabar, Rabu (3/6/2026).
“Seperti orang linglung. Kalau ditanya tuh ibarat jaringan ngelag dulu,” sambungnya menggambarkan betapa beratnya kondisi psikis dan fisik korban kala itu.
Proses evakuasi dari dalam hutan berjalan sangat menegangkan dan dramatis. Mengingat kondisi sekujur tubuh korban yang sudah kaku dan tidak mampu lagi untuk berjalan, warga terpaksa menggotongnya menggunakan tandu darurat yang dirakit seadanya dari batang kayu dan kain sarung.
Tim evakuasi harus bergantian memanggul tubuh korban melintasi medan tebing yang curam. Mereka bahkan terpaksa membabat semak belukar lebat untuk membuka jalur akses baru, lantaran rute menyusuri sungai dinilai terlalu licin, terjal, dan berbahaya.
Lantaran saat dievakuasi korban sama sekali tidak mengantongi selembar pun kartu identitas, relawan memutuskan untuk membawanya ke kantor Kecamatan Cicurug.
Di sinilah teka-teki mengenai siapa sosok pria viral ini akhirnya berhasil dipecahkan petugas lewat pemindaian retina mata dan sidik jari.
Korban diketahui bernama Ayi Solehudin (50), warga Kampung Subela, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Fakta mengejutkan pun datang dari pihak keluarga setelah berhasil dihubungi oleh petugas setempat. Pihak keluarga syok karena Ayi ternyata sudah lama dicari-cari.
“Kata pihak keluarga, si korban tuh hilangnya sudah tiga atau empat tahun. Di Cianjur pun sudah dicari ke mana-mana. Misterius, tiba-tiba ditemukan di Gunung Salak,” pungkas Irfan menandaskan keheranannya.













