ABNnews – Insiden berdarah menimpa lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) pada Selasa (2/6/2026) sore kemarin.
Dua orang dilaporkan terluka parah akibat terkena peluru nyasar yang diduga kuat melesat dari lokasi latihan menembak laras panjang miliki TNI yang berjarak ratusan meter dari area kampus.
Berdasarkan keterangan tertulis dari Humas UNP, petaka tersebut pecah sekitar pukul 17.00 WIB. Proyektil panas itu diduga berasal dari area Latihan Tembak TNI di Lapai, yang berjarak sekitar 800 meter dari Kampus Induk UNP Air Tawar, Padang.
“Akibat peristiwa kecelakaan ini menyebabkan dua korban terkena peluru tersebut yakni Nova Wirantika (25), mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi FIS UNP dan Guruh Guino (bukan mahasiswa). Kedua korban dalam posisi duduk bersama dengan teman-temannya di alun-alun depan Rektorat UNP,” tulis pihak UNP, dikutip Rabu (3/3/2026).
Mirisnya, teror proyektil nyasar di lingkungan kampus pencetak guru ini bukan yang pertama kali terjadi. Berdasarkan data yang dihimpun, riwayat kelam mencatat kasus serupa sudah terjadi sebanyak empat kali di UNP, yakni pada tahun 2010, 2017, 2020, dan teranyar pada Selasa kemarin.
Jika menilik jejak digital, pada tahun 2010 silam peluru nyasar melukai seorang mahasiswi Sosiologi bernama Astuti. Kemudian pada 2017, peluru menembus kaca jendela lantai 3 gedung rektorat pada malam hari saat sepi aktivitas, di mana polisi menemukan dua butir proyektil.
Berlanjut pada Februari 2020, kaca gedung rektorat kembali bolong diterjang peluru berukuran 5,56 milimeter yang ditemukan di lantai 3 gedung LP2M.
Sekretaris UNP, Erianjoni, membenarkan rentetan peristiwa tersebut.
“Iya. Saya tidak ingat persisnya. Tapi bisa dilihat di jejak digital,” tuturnya saat dimintai konfirmasi oleh wartawan.
Merespons insiden ini, Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, membenarkan adanya dugaan peluru nyasar yang melukai warga di lingkungan UNP.
Ia mengakui pada saat kejadian, Batalyon DTP Singgalang memang tengah menggelar latihan menembak menggunakan senjata laras panjang dari pagi hingga sore hari.
“Memang benar ada kejadian, ada dua masyarakat kita yang kena peluru nyasar, namun yang belum bisa dipastikan apakah peluru itu berasal dari anggota kodam kita yang sedang latihan atau bukan,” ungkap Letkol Kav Taufiq.
Taufiq menegaskan pihak TNI akan melakukan evaluasi total secara teknis terkait kondisi lapangan tembak, meskipun ia mengklaim fasilitas tersebut sudah sesuai standar kelayakan. Saat ini, TNI memprioritaskan penanganan medis dan investigasi.
“TNI juga menyatakan akan menanggung semua pembiayaan atau perawatan sampai korban sembuh,” jelasnya.
Saat peluru menghantam para korban, Rektor UNP Krismadinata yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) langsung turun tangan.
Sang Rektor bergerak cepat menghubungi Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, Komandan Batalyon 133, KABINDA, hingga Polsek Padang Utara untuk berkoordinasi darurat.
Di saat bersamaan, tim medis UNP langsung melarikan kedua korban ke RS Hermina Padang menggunakan ambulans kampus.
Korban Nova Wirantika dilaporkan harus menjalani operasi intensif karena selongsong peluru masih bersarang di paha kirinya.
Sementara itu, korban Guruh Guino yang telah mendapatkan tindakan medis awal kini telah dipindahkan untuk proses pemulihan ke RS Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang.
Pihak jajaran petinggi TNI beserta tim dokter militer pun dilaporkan hadir langsung di rumah sakit untuk mengawal penanganan para korban.













