ABNnews – Drama adu penalti yang luar biasa mencekam mewarnai partai puncak Liga Champions musim ini. Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya keluar sebagai kampiun dan memaksa sang debutan final, Arsenal, gigit jari di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, usai memenangi babak tos-tosan yang berakhir dengan skor 4-3.
Sebelum memasuki babak penentuan yang mendebarkan tersebut, kedua tim bermain imbang sama kuat 1-1 sepanjang 120 menit laga berjalan pada Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan dramatis ini sekaligus membuat Les Parisiens mencetak sejarah emas dengan mempertahankan trofi Si Kuping Besar secara back-to-back setelah mereka juga menjuarainya pada musim lalu. PSG pun sukses menegaskan status mereka sebagai penguasa absolut kancah sepakbola Eropa saat ini.
Jalannya laga sendiri langsung panas sejak menit awal. Arsenal sebenarnya sempat mengejutkan publik Budapest lewat gol kilat saat laga baru berjalan lima menit.
Berawal dari sapuan Marquinhos yang membentur badan Leandro Trossard, bola liar mengarah tepat ke penguasaan Kai Havertz.
Penyerang asal Jerman itu langsung melakukan aksi solo run menusuk ke dalam kotak terlarang sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang gagal dihalau kiper PSG, Matvey Safonov. Skor 1-0 Meriam London memimpin.
Tertinggal satu gol, armada Paris langsung mengambil alih kendali permainan. Fabian Ruiz nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-13 usai menerima umpan matang Desire Doue, namun sepakannya masih melenceng tipis dari sasaran.
The Gunners merespons dan hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-26 lewat skema umpan silang Bukayo Saka yang mengarah berbahaya ke Trossard. Beruntung bagi PSG, Safonov bergerak sigap keluar dari sarangnya untuk memotong aliran bola.
Jelang turun minum, PSG terus menggempur lini pertahanan Arsenal. Ousmane Dembele sempat melepaskan tembakan roket di menit ke-37, namun berhasil diblok dengan tubuh Gabriel Magalhaes.
Rentetan percobaan dari Dembele, Desire Doue, hingga Fabian Ruiz di penghujung babak pertama pun tetap gagal menembus ketangguhan David Raya. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki paruh kedua, armada Paris tampil jauh lebih agresif demi memburu gol penyeimbang. Achraf Hakimi sempat mengancam lewat eksekusi tendangan bebas melengkung pada menit ke-55, namun lagi-lagi penampilan gemilang Raya mampu mementahkannya.
Momentum kebangkitan PSG akhirnya lahir pada menit ke-62. Akselerasi maut Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak penalti terpaksa dihentikan secara ilegal melalui tekel Cristhian Mosquera saat hendak menyambut umpan Dembele.
Wasit pun langsung menunjuk titik putih setelah mendapatkan konfirmasi ulang dari Video Assistant Referee (VAR). Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor menunaikan tugasnya dengan sangat sempurna.
Sang peraih Ballon d’Or 2025 tersebut melepaskan sepakan mendatar ke sudut kiri bawah gawang yang mengecoh David Raya. Papan skor berubah menjadi sama kuat 1-1 pada menit ke-64.
Gol tersebut melambungkan moral anak-anak Paris. Vitinha mencoba peruntungan lewat spekulasi jarak jauh di menit ke-73, disusul peluang emas Kvaratskhelia di menit ke-77 yang apesnya masih membentur tiang gawang Arsenal.
Merespons tekanan, manajer Arsenal melakukan penyegaran masif dengan memasukkan Jurrien Timber, Viktor Gyokeres, Gabriel Martinelli, hingga Noni Madueke. Namun, kedua tim tetap gagal menambah pundi-pundi gol hingga waktu normal berakhir.
Laga pun berlanjut ke babak tambahan waktu 2×15 menit yang berjalan ekstra ketat. David Raya beberapa kali tampil sigap meredam gelombang serangan PSG, sementara Arsenal nyaris mencetak gol kemenangan dramatis melalui tembakan Jurrien Timber dari sudut sempit yang tipis melebar.
Karena skor tetap tidak berubah 1-1 hingga menit ke-120, status penguasa Eropa terpaksa ditentukan lewat drama adu penalti. Pada fase krusial ini, mentalitas juara PSG terbukti berbicara lebih banyak.
Empat penendang raksasa Prancis, yakni Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo sukses menjalankan tugasnya dengan baik, sementara hanya Nuno Mendes yang gagal mencetak gol.
Di kubu Arsenal, tiga eksekutor awal yakni Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli sukses menjebol gawang Safonov. Namun, petaka datang saat eksekusi Eberechi Eze gagal menemui sasaran.
Ketegangan memuncak saat bek tengah Gabriel Magalhaes maju sebagai penendang terakhir. Sial bagi Arsenal, tembakan Gabriel malah melebar dari gawang. Kegagalan sang bek memastikan keunggulan penalti 4-3 bagi PSG, sekaligus mengunci gelar juara Liga Champions untuk dibawa pulang ke Paris.
Susunan Pemain
PSG (4-3-3): Matvey Safonov; Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes; Fabian Ruiz, Vitinha, Joao Neves; Desire Doue, Ousmane Dembele (Goncalo Ramos 90′), Khvicha Kvaratskhelia (Bradley Barcola 83′).
Arsenal (4-3-3): David Raya; Cristhian Mosquera (Jurrien Timber 66′), William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; Martin Odegaard (Viktor Gyokeres 66′), Declan Rice, Myles Lewis-Skelly (Martin Zubimendi 91′); Bukayo Saka (Noni Madueke 83′), Kai Havertz (Eberechi Eze 91′), Leandro Trossard (Gabriel Martinelli 83′).













