banner 728x250

Bukan Cuma Jaga Alam! Bos PTP Nonpetikemas Ungkap Alasan Pelabuhan Wajib Jadi ‘Green Port’

PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas)

ABNnews – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) tancap gas memperkuat komitmennya dalam menjaga bumi. Operator terminal multipurpose ini tengah gencar menerapkan konsep green port sebagai bagian dari transformasi besar-besaran di lini operasional perusahaan.

Menariknya, langkah ini tidak hanya berfokus pada keberlanjutan lingkungan semata. PTP Nonpetikemas juga membidik perlindungan kesehatan para pekerja serta penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menegaskan bahwa transformasi menuju green port memegang peranan krusial untuk memastikan kualitas hidup dan kesehatan para pekerja di kawasan pelabuhan tetap terjaga.

“Green port bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga tentang memastikan keberlangsungan operasional yang sehat dan aman bagi pekerja. Kami memandang bahwa perlindungan terhadap kesehatan pekerja adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan bisnis,” cetus Indra dalam keterangannya.

Guna merealisasikan komitmen tersebut, PTP Nonpetikemas langsung tancap gas menerapkan sistem manajemen lingkungan berbasis ISO 14001 dan penilaian PROPER.

Perusahaan merombak lini operasionalnya dengan melakukan pengendalian emisi, efisiensi energi, hingga pengelolaan limbah berbasis prinsip 3R.

Sederet inovasi hijau juga mulai beroperasi di lapangan, di antaranya:
* Penggunaan lampu LED hemat energi di seluruh area.

* Pemanfaatan overhead crane (OHC) untuk memangkas ketergantungan pada alat berbahan bakar fosil.

* Elektrifikasi alat bongkar muat demi memuluskan transisi menuju operasional rendah emisi.


Tak hanya itu, penanganan komoditas curah cair juga diperketat. Sebagai langkah preventif mencegah pencemaran laut, perusahaan wajib menyiapkan oil boom sebelum kegiatan bongkar muat dimulai, serta melatih personel lewat simulasi IMO OPRC agar respons cepat saat terjadi kedaruratan.

Sektor curah kering yang identik dengan kepungan polusi debu pun tak luput dari pembenahan.

“Green port adalah kebutuhan, bukan lagi pilihan. Industri pelabuhan harus bergerak menuju operasional yang lebih bersih dan berkelanjutan, karena di balik itu ada aspek yang paling penting, yaitu kesehatan dan keselamatan manusia,” timpal Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami.

Untuk meredam paparan debu, PTP Nonpetikemas menerapkan pendekatan HSSE melalui HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) serta Health Risk Assessment (HRA) di 11 cabang operasional.

Langkah konkretnya mulai dari penyiraman rutin area dermaga dan stockpile, pemasangan dust suppression system, pemakaian alat ukur debu, hingga pemangkasan waktu idle alat berat.

Kondisi fisik pekerja juga dipantau ketat melalui program medical check-up (MCU) berkala serta uji fit to work.

Budaya keselamatan kerja di lingkungan PTP Nonpetikemas tampaknya bukan sekadar jargon. Sepanjang tahun 2025 lalu, perusahaan tercatat telah melaksanakan lebih dari 1,27 juta safety patrol serta menggelar lebih dari 14.000 safety briefing secara konsisten. Pemantauan risiko di lapangan kini juga makin canggih berkat integrasi sistem digital lewat HSSE Dashboard secara real-time.

Di sisi lain, kontribusi sosial kemasyarakatan yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta SDGs terus digenjot.

PTP Nonpetikemas meluncurkan 3 program berbasis Creating Shared Value (CSV), yakni:
1. PTP Peduli K3: Digelar di seluruh cabang berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan.

2. Sertifikasi Profesi: Pemberian sertifikasi bagi Pekerja Harian untuk mendongkrak kualitas layanan di Terminal Kijing.

3. EduPort: Program magang inovasi untuk mengasah kapasitas mahasiswa di dunia kepelabuhanan.


Aksi nyata untuk alam juga dibuktikan lewat penanaman 11.000 bibit mangrove bersama ekosistem Pelindo Group. Sementara melalui program Employee Social Responsibility (ESR), ratusan karyawan aktif dilibatkan langsung dalam aksi bagi-bagi sembako, takjil, donor darah, santunan anak yatim, hingga menyalurkan bantuan tanggap bencana.

Bagi PTP Nonpetikemas, moncernya kinerja operasional dan bisnis harus berjalan beriringan dengan kontribusi nyata bagi kesehatan manusia serta kelestarian lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *