ABNnews — Aksi kejahatan jalanan dalam beberapa waktu terakhir membuat warga resah, terutama di kawasan Barat, Jakarta. Wilayah Jakarta Barat disebut-sebut sebagai zona merah aksi pembegalan.
Sejumlah kasus pembegalan di Jakarta Barat bahkan diwarnai penggunaan senjata api dan senjata tajam. Saking maraknya, Jakarta Barat kini dijuluki Gotham City, kota fiktif sarang penjahat dalam film pahlawan super Batman.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Hardiyanto Kenneth buka suara.
Kenneth langsung mengambil langkah dengan menginisiasi pertemuan lintas sektor melalui kegiatan Ngobrol Bareng Forkopimko (Ngopi) di Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Dia mengapresiasi respons cepat Pemkot Jakbar bersama unsur Forkopimko dalam mencari solusi terhadap maraknya aksi kriminalitas yang meresahkan warga.
“Saya mengapresiasi respons cepat Wali Kota Jakarta Barat Ibu Iin Mutmainnah, Kapolres, Dandim, dan jajaran Muspiko dengan membuat acara Ngopi ini. Tujuannya baik, untuk mencari jalan keluar bersama agar fenomena begal di Jakarta Barat bisa termitigasi dengan baik dan masyarakat kembali merasa aman saat beraktivitas,” kata Kenneth dalam keterangannya.
Dia berpendapat, keamanan wilayah tidak bisa hanya dibebankan pada aparat kepolisian semata, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga masyarakat.
Kenneth memgatakan, fenomena meningkatnya aksi kejahatan jalanan harus dijadikan momentum untuk memperkuat sistem keamanan terpadu di Jakarta Barat.
“Kalau masyarakat sampai menyebut Jakarta Barat sebagai ‘Gotham City’, ini tentu menjadi alarm bagi kita semua. Artinya ada rasa takut dan keresahan yang benar-benar dirasakan warga. Jangan sampai masyarakat kehilangan rasa aman ketika keluar rumah, bekerja, atau pulang pada malam hari,” kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.
Dia dengan serius menganalogikan dirinya sebagai Batman yang akan terus mengawasi kondisi keamanan di Jakarta Barat. Pengawasan terhadap titik-titik rawan kriminalitas harus diperketat, terutama di ruas jalan yang minim penerangan dan pengawasan.
“Sebagai legislator di Kebon Sirih, saya mencoba memposisikan diri menjadi ‘Batman’ yang akan selalu mengawasi apa yang terjadi di Jakarta Barat demi kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan Masyarakat Jakarta Barat sesuai fungsi pengawasan yang saya miliki di DPRD DKI Jakarta,” katanya.
Jakbar dan Wilayah Tertinggi Kasus Pembegalan
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannuddin dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/05) mengungkap, angka kasus begal di DKI Jakarta terbanyak berada di Jakbar dan wilayah penyangga.
Sejumlah faktor ditengarai menyebabkan kondisi tersebut dapat terjadi. “Sebagaimana teori kejahatan, teori balon, jadi ketika dilakukan penegakan hukum di wilayah ini maka berdampak akan berpotensi berdampak pada wilayah di sekitarnya,” kata Iman.
Iman menerangkan ramainya kabar begal di Jakbar karena maraknya informasi yang beredar di kanal digital atau media sosial. Padahal, menurutnya di wilayah lain tak kalah banyak.
“Namun memang yang menarik adalah amplifikasi yang dilakukan di beberapa platform media sosial seolah-olah itu terjadi seluruhnya di wilayah Jakarta Barat,” ungkap dia
Tak hanya itu, Iman menilai wilayah Jakbar memang demografinya lebih beragam dari sisi ekonomi masyarakat, sosial, hingga pendidikan. Menurutnya, hal itu jadi pengaruh banyaknya tindak pidana di sana.
“Nah kemudian memang Jakarta Barat ini cukup heterogen baik itu dari strata sosial, kemudian ekonomi, kemudian pendidikan dibanding dengan wilayah-wilayah Jakarta yang lainnya juga, sehingga itu juga turut menjadi bagian dari faktor yang mempengaruhi cukup meningkatnya tindak pidana yang terjadi,” paparnya.
Iman membandingkan bagaimana fenomena begal atau tindak pidana lain lebih sedikit di Jakarta Selatan. Selain lebih dinamis di Jakbar, lalu lintas warga juga tinggi apabila dibandingkan dengan wilayah Jakarta Selatan yang sebagian besar permukiman atau tempat tinggal.
“Nah sementara kalau kita bandingkan di Jakarta Selatan juga cukup banyak sentra bisnis dan tempat-tempat atau kegiatan masyarakat beraktivitas dalam hal berusaha. Ini berpengaruh juga,” katanya.













