banner 728x250

Prank Polisi! Model Cantik Ngaku Korban Begal Ternyata Hoaks, Motifnya Bikin Geleng-geleng

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, (KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA)

ABNnews – Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan kabar mengerikan seorang model yang disebut-sebut menjadi korban begal sadis di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Namun, setelah diusut tuntas oleh aparat kepolisian, cerita dramatis tersebut dipastikan murni hoaks alias karangan belaka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa kepolisian dari Direktorat PPA dan PPO, Polres Metro Jakarta Barat, bersama Polsek Kebon Jeruk telah turun tangan memeriksa intensif perempuan berinisial AWS tersebut.

“Kami tegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah menjadi korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Polisi bergerak cepat mengusut kasus ini karena narasinya yang telanjur menggelinding liar dan meresahkan warga. Saat dilakukan pemeriksaan medis di rumah sakit serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lapangan, petugas sama sekali tidak menemukan bukti otentik adanya aksi pembacokan maupun tindak pidana lain.

Lantas, apa yang membuat AWS nekat mengelabui publik dan aparat? Saat diinterogasi petugas, motif asli sang model pun terungkap dan sukses bikin geleng-geleng kepala.

“Yang pertama karena iseng, yang kedua ingin meng-glorifikasikan beberapa kejadian viral tentang begal,” tutur Budi membongkar alasan AWS.

Mengingat sensitivitas kasusnya, proses pemeriksaan terhadap AWS tidak dilakukan sendirian. Polisi turut melibatkan tim dari UPT P3A, psikolog, hingga Dokkes Polda Metro Jaya untuk memantau kondisi kejiwaan yang bersangkutan.

Sebelumnya, ruang siber sempat gempar dengan narasi bahwa AWS dibegal secara brutal saat tengah menaiki ojek online di kawasan samping jalan tol Kebon Jeruk. Dalam isu yang beredar, ia bahkan diklaim mengalami luka bacok serius di bagian kepala.

Atas insiden prank massal ini, Polda Metro Jaya mengimbau keras agar masyarakat lebih cerdas dan bijak dalam menyaring maupun menyebarkan informasi di media sosial.

Polisi meminta warga tidak mudah menelan mentah-mentah kabar yang belum terverifikasi kebenarannya demi mencegah kegaduhan publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *