ABNnews — Komplotan pencuri kendaraan bermotor (ranmor) melepas tembakan saat beraksi di kawasan Jalan Duri Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (10/05) siang. Pelaku melepas tembakan saat aksinya dipergoki oleh korban bernama Alif (25).
Alif mengatakan peristiwa terjadi saat ia sedang makan di sebuah warung bakso tak jauh dari rumahnya. Awalnya ia melihat dua orang tak dikenal masuk ke area warung lalu keluar kembali.
Namun tak lama kemudian, Alif kepada Antaranews mengatakan, ia mulai menyadari motornya tengah diutak-atik. “Pas lagi makan, ada orang masuk sini dua orang. Cuman keluar lagi. Nah, cuman pas lihat, posisi saya makan di sini di pojok, ada lihat motor saya gerak-gerak stangnya,” kata Alif, Senin (11/05).
Melihat sepeda motornya diutak-atik orang tak dikenal, Alif lantas berlari ke arah kendaraannya. Bakso yang baru saja dihidangkan pun tak lagi ia pedulikan, lantaran Alif menduga kuat bahwa orang tak dikenal itu hendak mencuri sepeda motornya.
Kemudian, melihat Alif yang berlari ke arah sepeda motornya, komplotan itu menodongkan senjata api ke arah Alif. “Saya keluar, ‘woi mau ngapain ini?’. Dia langsung nodongin pistol ke saya, bilang ‘Diam, diam, diam’ katanya. Ya udah ayo kata gue tuh. Langsung nembak dia buat peringatan, enggak terjadi apa-apa, enggak ngerasa apa-apa saya lari lagi ke belakang buat ngambil gelas ngelempar ke dia sambil ngejar motor,” ujar dia.
Namun, Alif kalah jumlah. Kendati ngotot untuk mempertahankan sepeda motornya, tiga orang kriminal itu berhasil membawa kabur sepeda motor Alif.
Adapun senjata yang beberapa kali ditembakan tidak sempat mengenai Alif secara langsung. Namun, pecahan kaca yang terkena peluru mengenai pergelangan kaki Alif.
“Saya lihat tiga-tiganya megang senjata, yang dua orang nembakin. Lima kali tembakan mungkin. Bahkan pas jalan dia nembak lagi,” jelas Alif.
“Ya ini kaki kena (tembakan), cuman untungnya meleset, cuman kena serpihan doang,” tambahnya.
Alif menyampaikan, pasca kejadian, ia langsung melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Ia juga telah mendapatkan perawatan karena kaki kanannya yang terluka. “Yang hilang motor Honda CRF warna hitam Plat F 2715 WAJ,” ungkap dia.
Berdasarkan keterangan warga sekitar kasus pencurian sepeda motor di wilayah ini telah beberapa kali terjadi. Umumnya, modus para pelaku itu beraksi dalam komplotan dengan membawa senjata api. “Belum lama di Indomaret atas noh, sama juga, pelakunya komplotan,” kata salah seorang warga.
Warga mencurigai para pelaku ini memang sindikat curanmor yang sudah terbiasa beraksi. Ia bahkan mencurigai para pelaku dalam sehari bisa menggasak lebih dari dua motor.
“Namanya komplotan curanmor kayak gini biasanya kalau udah berhasil gasak di sini, dia pindah ke tempat lain,” imbuhnya.













