banner 728x250

Produk Lokal Mau Laku Keras? Simak Strategi Kemenperin Poles Kemasan IKM Lewat KDMK

Foto: Kemenperin

ABNnews – Di tengah persaingan pasar yang makin kompetitif, fungsi kemasan kini tak lagi sekadar pembungkus. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kemasan telah menjadi elemen strategis untuk mendongkrak citra hingga daya saing produk di pasar global.

Menperin menyebut desain kemasan yang berkualitas punya peran vital, terutama bagi para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Lewat kemasan yang ciamik, identitas merek bisa terbangun dengan kuat dan menarik minat konsumen.

Menperin Agus Gumiwang menjelaskan bahwa konsumen saat ini makin kritis sebelum membeli. Tak cuma soal isi, aspek pemilihan material, desain visual, hingga isu keberlanjutan lingkungan pada kemasan kini menjadi pertimbangan utama.

“Kemasan yang berkualitas dan berdaya saing tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi representasi kualitas dan identitas sebuah brand,” ujar Menperin dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kemenperin melalui Ditjen IKMA telah membentuk Klinik Desain Merek dan Kemasan (KDMK) sejak tahun 2003.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menyebut KDMK hadir untuk membantu pelaku usaha memilih bahan, teknologi, hingga fasilitasi cetak kemasan sesuai regulasi.

“KDMK hadir untuk membantu IKM dalam pemilihan bahan kemasan yang sesuai, teknologi, hingga fasilitasi bantuan cetak,” kata Reni di Cikarang beberapa waktu lalu.

Bukan sekadar wacana, dukungan ini sudah dirasakan ribuan pelaku usaha. Sejak 2015 hingga April 2026, tercatat ada 2.131 IKM yang menerima fasilitasi perbaikan desain, dan 679 IKM mendapat bantuan cetak kemasan.

Bagi kamu yang memiliki usaha IKM, sekarang bisa juga mengajukan fasilitasi desain secara online lewat platform e-Kemasan. Di sana juga tersedia direktori rumah kemasan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kemenperin juga mengapresiasi ajang INPACK Award 2025–2026 sebagai wadah kreativitas desainer lokal. Menurut Reni, desain kemasan masa kini dituntut seimbang antara estetika, fungsionalitas, dan efisiensi biaya guna menjawab tren pasar global.

“Desain kemasan saat ini dituntut tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyeimbangkan aspek estetika, fungsionalitas, keberlanjutan, serta efisiensi biaya,” pungkas Reni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *