banner 728x250

Bojan Hodak Sebut Duel Lawan Persija di Samarinda Terasa ‘Aneh’

Bojan Hodak. (Foto: istimewa)

ABNnews – Genderang perang duel klasik antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung resmi ditabuh. Pelatih Maung Bandung, Bojan Hodak, menegaskan anak asuhnya sudah dalam kondisi siap tempur untuk menghadapi sang rival abadi pada pekan ke-32 Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026).

Laga sarat gengsi ini diprediksi akan berlangsung panas meski harus dimainkan jauh dari Ibu Kota. Bojan bahkan menyebut duel ini sebagai salah satu rivalitas paling bergengsi di kawasan ASEAN.

Dalam sesi konferensi pers di Stadion Segiri, Sabtu (9/5/2026), Bojan Hodak tidak ragu menyebut bahwa pertemuan kedua tim selalu menyajikan atmosfer luar biasa. Menurutnya, motivasi pemain akan berlipat ganda saat menghadapi laga ini.

“Pertandingan Persija dan Persib menjadi salah satu derbi terbaik di Asia Tenggara. Kedua tim tidak ingin kalah dan para pemain pasti ingin menampilkan permainan terbaik,” ujar Bojan.

Persib datang ke Samarinda dengan kekuatan penuh, membawa total 23 pemain termasuk 10 legiun asing. Namun, Bojan memberikan kabar kurang sedap terkait kondisi Ramon yang masih dibekap cedera ringan usai laga sebelumnya.

“Semua pemain siap kecuali Ramon. Setelah pertandingan terakhir dia mengalami sedikit injury. Kami ingin semua pemain benar-benar 100 persen untuk besok,” tambahnya.

Meski begitu, Bojan memastikan cedera Ramon tidak serius.

Bek andalan Persib, Federico Barba, juga angkat bicara. Pemain asal Italia ini menyadari bahwa laga besok tidak akan mudah dan penuh tekanan. Namun, target Maung Bandung sudah bulat: pulang membawa tiga poin.

“Kami mengharapkan pertandingan yang keras. Tapi seperti biasa, kami akan berjuang untuk tiga poin dan kami siap mendapatkannya,” tegas Barba dengan nada optimis.

Ada pemandangan berbeda dalam duel kali ini karena laga tidak digelar di Jakarta, melainkan di Samarinda.

Bojan Hodak mengaku merasa sedikit aneh laga sebesar ini dimainkan di tempat netral tanpa gempita stadion yang penuh sesak oleh suporter tuan rumah, meski ia tetap menghormati keputusan pihak keamanan.

“Ini sedikit aneh tentunya, tapi itu bukan keputusan saya. Itu keputusan pihak keamanan. Saya pikir keamanan semua orang harus diutamakan,” pungkas pelatih asal Kroasia tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *