banner 728x250

252 Siswa di Jaktim Keracunan Makan Bergizi Gratis, Pangsit Isi Tahu Jadi Sorotan

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati (Tiara/detikcom)

ABNnews – Kasus dugaan keracunan massal menimpa ratusan siswa di Pulogebang, Jakarta Timur, usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat sebanyak 252 siswa mengalami gejala medis, di mana puluhan di antaranya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Dugaan kuat mengarah pada salah satu menu, yakni pangsit isi tahu. Beberapa siswa melaporkan bahwa makanan tersebut memiliki rasa yang tidak wajar alias masam.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan data terbaru terkait kondisi para siswa. Hingga Sabtu (9/5/2026), tercatat ada 188 siswa yang sempat mengakses fasilitas kesehatan akibat gejala yang dialami.

“Yang mengakses faskes sejumlah 188 dan yang dirawat hingga hari ini ada 26,” kata Ani saat dikonfirmasi.

Para siswa yang masih dirawat tersebar di beberapa RS, antara lain RS Citra Harapan Bekasi (12 pasien), RS Firdaus (4 pasien), RS Ananda (3 pasien), hingga RS Pekerja.

Meski hasil laboratorium baru akan keluar pada Selasa depan, Dinkes DKI sudah mengantongi dugaan awal sumber masalah. Aroma dan rasa masam pada menu tertentu menjadi kunci penyelidikan.

“Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa depan,” jelas Ani.

Buntut insiden ini, Dinkes DKI bersama Sudin Kesehatan Jakarta Timur langsung turun tangan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang. Petugas melakukan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) hingga pelatihan ulang bagi para pengelola makanan.

“Dinas Kesehatan melalui Sudin Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan melalui inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan bagi penjamah makanannya, dan penerbitan SLHS,” tambahnya.

Diketahui, SPPG Pulogebang baru mulai beroperasi pada 31 Maret 2026. Sesuai aturan Badan Gizi Nasional (BGN), pengelola memang diberi waktu tiga bulan untuk mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Saat ini, lokasi tersebut tengah dalam proses perbaikan standar operasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *