ABNnews — Lebih dari 50 pemain Serie A diduga terlibat dalam jaringan prostitusi kelas atas yang baru-baru ini dibongkar oleh aparat hukum di Milan.
Jaringan prostitusi ini diketahui dijalankan oleh Emanuele Buttini dan pasangannya, Deborah Ronchi. Mengutip media La Gazzetta, mereka mengoperasikan bisnis ilegal tersebut melalui perusahaan event organizer bernama Ma.De Milano yang berbasis di Cinisello Balsamo.
Untuk menyamarkan aktivitasnya, mereka memanfaatkan media sosial seperti Instagram guna mempromosikan pesta-pesta mewah yang menjadi kedok layanan prostitusi.
Acara-acara tersebut digelar kerap di lokasi eksklusif seperti restoran mewah, klub malam elit, hingga hotel bintang lima di kawasan Milan.
Selain menyediakan layanan prostitusi, jaringan ini juga diduga menawarkan zat nitrous oxide atau “gas tertawa” kepada para klien. Zat ini memberikan efek euforia dan tidak terdeteksi dalam tes doping, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para atlet.
Pihak kepolisian dan jaksa penuntut di Italia kini tengah mengintensifkan penelusuran guna mengungkap sejauh mana peran para pemain dalam lingkaran aktivitas terlarang ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa nama yang masuk dalam radar penyelidikan berasal dari klub-klub papan atas.
Meskipun hingga saat ini otoritas terkait masih merahasiakan identitas detail demi kelancaran proses hukum, namun beberapa pemain aktif dari klub besar seperti Inter dan AC Milan disebut sebagai klien tetap dalam jaringan ilegal tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian besar di Italia, khususnya bagi klub-klub seperti AC Milan dan Inter Milan, yang disebut memiliki pemain yang terlibat.
Penyelidikan masih terus berlangsung dan berpotensi mengungkap lebih banyak fakta dalam waktu dekat. Skandal ini pukulan besar bagi citra sepak bola Italia, khususnya Serie A, yang selama ini dikenal sebagai salah satu liga terbaik di dunia.













