ABNnews — PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) bersiap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 pada Rabu, 13 Mei 2026, bertempat di WIKA Tower 2 Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi perusahaan untuk memperkuat struktur sekaligus mengunci strategi jangka panjang di tengah dinamika industri yang menantang.
Berdasarkan dokumen panggilan rapat, manajemen telah menetapkan tujuh mata acara utama yang akan dimintakan persetujuan. Agenda pertama meliputi persetujuan laporan tahunan perseroan termasuk laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2025, serta pengesahan laporan keuangan konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2025, sekaligus pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi atas tindakan pengurusan perseroan dan Dewan Komisaris atas tindakan pengawasan perseroan yang telah dijalankan selama tahun buku 2025.
Selanjutnya, rapat akan masuk pada pembahasan finansial dan tata kelola melalui agenda kedua yang mencakup penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025.
Hal ini disusul oleh agenda ketiga mengenai penetapan akuntan publik dan/atau kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian perseroan untuk tahun buku 2026.
Sementara pada agenda keempat, fokus beralih pada penetapan gaji atau honorarium berikut fasilitas dan tunjangan tahun buku 2026, serta remunerasi atas kinerja tahun buku 2025 bagi Direksi dan Dewan Komisaris perseroan.
Memasuki tahap transformasi, perseroan juga membawa agenda kelima yaitu persetujuan perubahan anggaran dasar perseroan. Langkah ini diperkuat dengan agenda keenam berupa pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) tahun 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2027 beserta perubahannya dari RUPS kepada pihak yang ditunjuk RUPS.
Sebagai penutup, agenda ketujuh akan membahas persetujuan perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris perseroan. Perubahan manajemen ini menjadi sangat penting guna mengisi kekosongan jabatan Komisaris Independen pasca berpulangnya Dwi Gawan Islandhi pada Februari lalu.
Melalui seluruh rangkaian agenda tersebut, WTON menegaskan komitmennya terhadap praktik tata kelola yang transparan dan akuntabel demi menjamin keberlanjutan bisnis yang lebih inovatif di masa depan.
***













