banner 728x250

Bukan Makanan Tapi Laku Keras! Intip Keunikan Tas Lipat Motif Rendang hingga Sate ke Mancanegara

Foto dok BRI

ABNnews – Ada cara unik untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia ke mata dunia. Bukan lewat restoran, Yummy Craft, usaha kriya asal Jakarta Selatan, justru memamerkan ragam kuliner Nusantara melalui produk tas dan aksesori fungsional yang sarat nilai seni.

Berdiri sejak 2022, Yummy Craft lahir dari tangan dingin Sri Kumala Ambarwati. Menariknya, ide bisnis ini muncul dari hal yang sangat personal: hobi memasak dan jalan-jalan (traveling).

“Berawal dari hobi masak dan traveling. Saya sering memotret hasil masakan sendiri, lalu foto-foto tersebut saya jadikan desain produk untuk merchandise teman-teman luar negeri yang datang ke Indonesia,” ungkap Sri Kumala dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).

Tas Lipat Kuliner Jadi Primadona

Produk yang paling diburu pelanggan adalah Foldable Bag alias tas lipat. Tas ini bukan sembarang tas; motifnya merupakan dokumentasi visual hidangan tradisional yang menggugah selera. Menggunakan bahan berkualitas, tas ini diklaim tetap awet dan tidak luntur meski dicuci berkali-kali.

Tak hanya soal gaya, Sri menegaskan produknya punya misi edukasi. “Desain yang unik tidak hanya sebagai fashion, tetapi juga sarat edukasi budaya Indonesia,” jelasnya.

Inovasi Daun Gebang dan Ekspor ke Jepang

Tak puas hanya dengan motif foto, Yummy Craft terus berinovasi. Kini, mereka mulai mengembangkan produk sustainable dengan memanfaatkan daun gebang menjadi produk bernilai tinggi yang punya potensi ekspor besar.

Saat ini, produk Yummy Craft sudah mejeng di berbagai mal besar, pusat oleh-oleh, hingga galeri kreatif. Pasarnya pun meluas mulai dari Jakarta, Bali, Bandung, hingga terbang jauh ke Jepang! Meski begitu, Sri mengakui tantangan terbesar adalah soal kepercayaan diri untuk terus bersaing di pasar global.

‘Naik Kelas’ Lewat LinkUMKM BRI

Keberhasilan Yummy Craft juga tak lepas dari peran LinkUMKM BRI. Melalui wadah ini, Sri aktif mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan yang membantunya memperluas jejaring usaha.

Hingga akhir 2025, platform LinkUMKM milik BRI ini memang telah membantu 14,98 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Dengan fitur seperti UMKM Smart dan Etalase Digital, para pengusaha kecil didorong untuk melek digital dan siap ekspor.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, pun memberikan apresiasinya. Menurutnya, UMKM yang mampu mengangkat kearifan lokal punya peluang besar di pasar internasional.

“Produk UMKM yang mampu mengangkat kekayaan budaya lokal sekaligus menghadirkan inovasi memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar yang lebih luas,” pungkas Akhmad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *