banner 728x250

Data Polri vs TNI Beda Soal Pelaku Air Keras Andrie Yunus, Siapa yang Benar?

Foto dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus ditampilkan pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3/2026). ANTARA/Ilham Kausar

ABNnews – Penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, memasuki babak baru yang membingungkan publik.

Pasalnya, terdapat perbedaan keterangan yang mencolok antara Polda Metro Jaya dan Puspom TNI terkait identitas para terduga pelaku.

Kedua institusi sama-sama merilis hasil penyelidikan, namun data yang disodorkan berbeda drastis, baik dari segi jumlah maupun inisial orang yang diamankan.

Versi Polri: 2 Terduga Pelaku, Inisial BHC dan MAK

Polda Metro Jaya menyatakan telah mengidentifikasi dua orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi penyiraman tersebut. Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, muncul dua nama.

“Dua orang tersebut berinisial BHC dan MAK,” tulis laporan hasil penyelidikan kepolisian.

Meski baru dua nama, polisi tak menutup kemungkinan jumlah pelaku bisa bertambah lebih dari empat orang seiring pengembangan scientific crime investigation.

Versi TNI: 4 Anggota BAIS Diamankan

Berbeda dengan Polri, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI justru mengungkap data yang lebih spesifik. TNI menyebut ada empat orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Mengejutkannya, keempatnya disebut berasal dari satuan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Berikut inisialnya: NDP, SL, BWH dan ES.

Pihak TNI menegaskan keempat terduga pelaku tersebut sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif guna memastikan peran masing-masing.

Adu Data atau Bagian dari Proses?

Perbedaan data yang mencolok ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Namun, baik Polri maupun TNI meminta publik bersabar. Mereka berdalih perbedaan informasi ini adalah bagian dari dinamika pendalaman kasus.

“Koordinasi terus dilakukan untuk menyatukan temuan dan memastikan proses hukum transparan,” tegas perwakilan kedua institusi.

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena diduga melibatkan aparat negara. Publik kini menaruh harapan besar agar tabir gelap penyiraman Andrie Yunus dibuka secara profesional tanpa ada yang ditutup-tupi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *