ABNnews – Mudik Lebaran 2026 telah tiba! PT Jasa Marga (Persero) Tbk mewanti-wanti para pemudik untuk mengatur waktu keberangkatan agar tidak terjebak kemacetan parah di jalan tol. Ada “jam-jam keramat” yang sebaiknya dihindari jika ingin perjalanan lancar.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, mengungkapkan bahwa pemudik memiliki pola waktu favorit yang justru memicu penumpukan kendaraan.
“Biasanya untuk arus mudik itu orang pengguna jalan waktu favoritnya adalah di pagi hari, jam 06.00 sampai dengan jam 16.00 WIB. Jadi kami memang melakukan imbauan terus-menerus supaya memilih waktu tempuh hindari waktu-waktu favorit,” ujar Ria di dekat Gerbang Tol Cikampek Utama, Minggu (15/3/2026).
Pantau CCTV Tiap 500 Meter via Travoy
Guna membantu pemudik memantau situasi secara langsung, Jasa Marga menyediakan akses kamera pengawas (CCTV) di seluruh ruas tol Jasa Marga Group melalui aplikasi Travoy (Traffic Traveling).
Ria menyebut aplikasi ini sangat membantu pengguna jalan untuk melihat kondisi lalu lintas secara real-time sekaligus menghitung estimasi waktu tempuh.
“Setiap 500 meter kami punya CCTV di ruas tol Jasa Marga Group yang bisa dilihat di aplikasi,” jelasnya.
Fitur Baru ‘Route Finder’
Tak hanya CCTV, Travoy kini dilengkapi fitur anyar bernama Route Finder atau pencari rute. Fitur ini dirancang agar pemudik bisa merencanakan perjalanan secara utuh.
Manfaat Fitur Route Finder:
* Mencari rute tercepat di ruas tol menuju tempat tujuan.
* Memperkirakan gerbang tol mana saja yang akan dilalui.
* Menghitung tarif tol secara akurat yang perlu dibayarkan.
Lalin GT Cikampek Utama Meledak 100%
Hingga H-7 Lebaran, kepadatan di gerbang tol utama sudah mulai terlihat. Ria mencatat sejak H-10 hingga H-7, sebanyak 168 ribu kendaraan telah melintasi GT Cikampek Utama. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun lalu.
Bahkan, pada Minggu (15/3) hingga pukul 12.30 WIB saja, tercatat sudah 23 ribu kendaraan yang melintas.
“Itu sudah 100 persen lebih di atas normal,” pungkasnya.













