banner 728x250

Efek Selat Hormuz Ditutup, Pemerintah Cari Akal Hemat Energi: Termasuk Kerja 4 Hari!

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: BMPI/Kris

ABNnews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara mengenai kemungkinan Indonesia menerapkan kebijakan empat hari kerja bagi masyarakat.

Langkah ini dipertimbangkan sebagai salah satu upaya efisiensi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah situasi global yang memanas akibat perang Iran vs Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Wacana ini muncul merespons langkah serupa yang telah diambil oleh Filipina demi menekan konsumsi energi nasional. Bahlil menyebut pemerintah saat ini masih mempelajari segala alternatif yang tersedia.

“Tapi belum ada keputusan yang pasti, karena semua alternatif dalam kondisi yang tidak stabil begini. Harus kita mencari berbagai alternatif-alternatif,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Bahlil menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah mendorong efisiensi pemakaian bahan bakar di dalam negeri. Pasalnya, ketegangan di Timur Tengah menciptakan ketidakpastian pasokan energi yang luar biasa.

Meski demikian, Bahlil menyatakan belum ada keputusan final mengenai kebijakan pemangkasan hari kerja tersebut. Pemerintah masih terus melakukan kajian mendalam terkait efektivitasnya dalam menghemat energi nasional.

Belajar dari Filipina

Filipina sendiri telah lebih dulu memberlakukan kebijakan empat hari kerja. Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. mengambil keputusan tersebut untuk melindungi rakyatnya dari dampak ekonomi konflik Timur Tengah.

“Kita adalah korban perang yang bukan kemauan kita. Tapi kita memegang kendali atas perlindungan terhadap rakyat Filipina,” tegas Bongbong dalam keterangannya, Jumat (6/3).

Ancaman meroketnya harga BBM dipicu oleh langkah Iran yang menutup Selat Hormuz sejak Minggu (1/3/2026). Iran menyatakan akan menyerang kapal apa pun yang melintas di jalur vital tersebut, kecuali kapal milik China dan Rusia.

Penutupan selat ini berdampak langsung pada distribusi minyak dunia, yang memaksa negara-negara pengimpor energi seperti Filipina dan Indonesia untuk mencari jalan keluar darurat guna menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *