banner 728x250

Medan Ekstrem! Pangkoops Habema Pimpin Langsung Evakuasi Korban Keberingasan OPM di Korowai

Foto: Koops TNI Habema

ABNnews – Situasi mencekam pasca-aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, direspons cepat oleh TNI.

Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, turun langsung memimpin kesiapan evakuasi para korban meninggal dunia, Jumat (22/5/2026).

Langkah awal evakuasi ini dimulai dengan sidak yang dilakukan Pangkoops TNI Habema beserta rombongan ke sejumlah pos personel satuan tugas (Satgas).

Hal ini dilakukan demi memastikan kesiapan mental personel, perlengkapan tempur, serta dukungan operasional yang akan diterjunkan ke wilayah pedalaman Korowai yang dikenal terisolasi.

Dalam peninjauan berkadar tinggi tersebut, Mayjen Yudha memeriksa satu per satu kondisi prajurit, kesiapan pos komando, alat komunikasi, hingga materiil pendukung lainnya.

Ia pun mewanti-wanti pasukannya agar tidak ceroboh dan tetap waspada terhadap pergerakan musuh.

“Saya bangga atas kesiapan dan semangat seluruh personel. Jangan lengah, tetap laksanakan tugas secara profesional, terukur, dan utamakan faktor keamanan serta keselamatan dalam setiap pergerakan di lapangan,” tegas Mayjen TNI Yudha Airlangga di hadapan para prajurit.

Proses evakuasi jenazah korban kekejaman OPM ini dipastikan tidak akan mudah. TNI kini tengah melakukan koordinasi intensif yang melibatkan satuan jajaran, unsur pendukung penerbangan, serta personel gabungan.

Kesiapan matang mutlak diperlukan mengingat kondisi geografis Korowai berada di pedalaman ekstrem dengan akses terbatas, medan hutan lebat, serta cuaca yang tidak menentu.

Pangkoops TNI Habema menegaskan bahwa evakuasi para korban adalah prioritas utama dan harga mati sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kemanusiaan bagi masyarakat Papua.

“Kami memastikan seluruh personel dan alutsista pendukung berada dalam kondisi siap untuk melaksanakan evakuasi secara maksimal dengan tetap mempertimbangkan faktor keamanan, kondisi medan, dan keselamatan seluruh pihak di lapangan,” ulas Yudha.

Buntut dari serangan berdarah oleh sayap separatis OPM Yahukimo tersebut, personel gabungan TNI kini mulai memperketat penjagaan dengan meningkatkan intensitas patroli.

Pemantauan ketat menyasar sejumlah titik rawan guna memotong ruang gerak kelompok bersenjata serta memberikan rasa aman bagi warga lokal.

Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih terus melakukan pendalaman intensif guna mengungkap kronologi pasti kejadian sekaligus mengidentifikasi para korban tewas.

Koops TNI Habema menegaskan komitmennya untuk tidak mundur sejengkal pun dalam menjaga kedaulatan NKRI dan mengawal misi kemanusiaan di tanah Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *