ABNnews – Eskalasi konflik di kawasan Asia Barat kian memanas. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan saat ini terdapat puluhan ribu jemaah umrah asal Indonesia yang berada di Arab Saudi, di mana belasan ribu di antaranya terancam tertahan atau stranded akibat situasi keamanan regional.
Dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, Irfan memaparkan data terbaru per 11 Maret 2026 terkait kondisi jemaah di Tanah Suci.
“Jemaah umrah yang ada di Saudi per 11 Maret masih ada 50.374. Yang kemungkinan stranded atau tertahan kemungkinan ada sebesar 14.115, dengan jumlah PPIU (Panitia Penyelenggara Ibadah Umrah) sebesar 1.239,” ujar Irfan di Gedung DPR, Rabu (11/3/2026).
Irfan menyebutkan bahwa ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel hingga kini terus meningkat. Belum ada tanda-tanda konflik di kawasan Timur Tengah tersebut akan mereda dalam waktu dekat.
Meski demikian, berdasarkan laporan dari otoritas Arab Saudi, situasi di tiga kota utama yakni Makkah, Madinah, dan Jeddah dilaporkan masih kondusif untuk aktivitas ibadah.
“Para jemaah umrah yang saat ini berada di wilayah tersebut tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tanpa gangguan berarti,” imbuhnya.
Kondisi ini pun memantik perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto. Irfan mengaku telah menerima instruksi langsung dari Kepala Negara untuk memprioritaskan keselamatan seluruh jemaah Indonesia.
“Ini sejalan dengan perintah Presiden tadi malam ketika selesai acara Nuzulul Qur’an. Beliau mengatakan yang penting dipastikan keamanan bagi semua jemaah kita,” ungkap Irfan.
Pemerintah kini mulai bergerak cepat menyiapkan berbagai skenario darurat. Hal ini dilakukan bukan hanya untuk jemaah umrah yang masih tertahan, tetapi juga sebagai antisipasi pelaksanaan ibadah haji 2026 yang dijadwalkan mulai bersiap pada 22 April mendatang.
Pemerintah akan terus memantau perkembangan geopolitik di Asia Barat untuk memastikan apakah proses pemulangan jemaah umrah dan pemberangkatan jemaah haji nantinya memerlukan jalur alternatif atau penyesuaian jadwal demi faktor keselamatan.













