banner 728x250

Ekspor Tembus US$ 50 Miliar! Indonesia Siap Jadi Raja Industri Halal Dunia, Ini Strateginya

Foto dok Kemenperin

ABNnews – Momentum Ramadan dan Idulfitri selalu menjadi mesin penggerak konsumsi produk halal di Indonesia. Mulai dari makanan, minuman, fesyen muslim, hingga kosmetik dan farmasi halal, semuanya mengalami lonjakan permintaan yang signifikan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, fenomena ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan peluang emas untuk memperkuat industri halal sebagai motor baru ekonomi manufaktur nasional.

“Industri halal bukan sekadar memenuhi kebutuhan keagamaan masyarakat, tetapi juga merupakan peluang ekonomi yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, Indonesia punya potensi kuat jadi pusat industri halal dunia,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Agus menjelaskan bahwa persepsi masyarakat terhadap produk halal kini sudah bergeser. Label halal tidak lagi hanya soal syariah, tetapi juga menjadi indikator kualitas, higienitas, dan keamanan produk.

“Edukasi perlu diperkuat. Sertifikasi halal memberikan kepastian hukum, menjamin kualitas bahan baku, hingga transparansi proses produksi yang lebih higienis,” tuturnya.

Bidik Ekspor Jumbo US$ 50 Miliar

Data perdagangan global menunjukkan tajinya. Pada tahun 2024, nilai ekspor produk halal Indonesia diperkirakan menembus angka fantastis, yakni lebih dari USD 50 miliar. Angka ini mencakup sektor makanan-minuman, fesyen muslim, kosmetik, hingga produk farmasi.

Untuk menjaga tren positif ini, Kemenperin terus mendorong para pelaku industri, terutama Industri Kecil dan Menengah (IKM), untuk proaktif mengurus sertifikasi halal.

“Sertifikasi halal memberikan nilai tambah signifikan. Selain meningkatkan kepercayaan konsumen, ini membuka akses pasar yang lebih luas, terutama ke negara-negara mayoritas muslim,” jelas Menperin.

Di tingkat dunia, potensi pasar industri halal mencapai lebih dari USD 3 triliun per tahun. Namun, Agus mencatat perdagangan antar-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) masih terbilang rendah. Celah inilah yang ingin dimanfaatkan Indonesia.

Strategi Kemenperin Perkuat Ekosistem Halal:
* Fasilitasi Sertifikasi: Ribuan IKM telah mendapatkan pendampingan dan sertifikasi halal gratis.

* Penguatan IKM: Pelatihan rutin agar produk lokal mampu memenuhi standar global.

* Gaya Hidup Modern: Memosisikan produk halal sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan aman bagi seluruh kalangan, bukan hanya konsumen muslim.


Agus optimistis dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga sertifikasi, Indonesia tidak hanya akan menjadi penonton, tetapi pemain utama dalam rantai pasok industri halal dunia.

“Kami optimistis industri halal Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi pemain global yang diperhitungkan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *