banner 728x250

Kumpulkan Tokoh Bangsa di Istana, Prabowo Siagakan Pangan-Energi Hadapi Gejolak Global

Presiden Prabowo Subianto menggelar acara silaturahmi dan diskusi bersama sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

ABNnews – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan besar dengan mengundang para tokoh bangsa, mantan presiden, hingga pimpinan partai politik di Istana Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Pertemuan marathon selama empat jam ini membahas strategi “benteng” nasional menghadapi dinamika global yang kian memanas.

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyebut pertemuan ini adalah langkah nyata pemerintah untuk menyatukan barisan. Fokus utamanya adalah mengantisipasi dampak konflik global agar tidak menggoyang stabilitas dalam negeri.

“Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana mendorong agar kejadian di global itu bisa kita antisipasi untuk mengamankan negara kita,” ujar Bahlil kepada awak media di lingkungan Istana.

Bahas Geopolitik hingga Kesiapan Militer & Ekonomi

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo didampingi oleh Presiden dan Wakil Presiden terdahulu, mantan Menteri Luar Negeri, serta sejumlah Ketua Umum Partai Politik. Mereka membedah perkembangan geopolitik terkini secara mendalam.

Bahlil menegaskan bahwa partai politik mendukung penuh langkah taktis yang diambil Prabowo. “Kami dari partai politik sangat memahami posisi yang dilakukan oleh Bapak Presiden, dan juga kesiapan langkah-langkah untuk mengantisipasi ini,” imbuhnya.

Alasan RI Gabung ‘Board of Peace’

Ketua Umum PKS, Almuzzammil Yusuf, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut memberikan catatan khusus mengenai posisi Indonesia di kancah internasional. Ia menyinggung keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP).

Menurutnya, pilihan bergabung dengan BoP adalah langkah yang paling realistis di tengah situasi dunia yang serba sulit.

“Penjelasan beliau (Prabowo) menunjukkan pilihan yang memang terberat dari yang ada, yang paling mungkin dari yang ada, bukan pilihan-pilihan ideal,” jelas Almuzzammil.

Siaga Pangan dan Energi Hadapi Krisis Iran-Israel

Sorotan utama juga tertuju pada konflik Iran dan Israel yang mengancam stabilitas dunia. Almuzzammil mengungkapkan bahwa Prabowo telah menyiapkan skenario responsif untuk menjaga “perut” dan daya tahan nasional.

Kesiapan tersebut meliputi:
* Ketahanan Pangan: Menyiapkan stok nasional agar tidak terganggu rantai pasok global.

* Ketahanan Energi: Memastikan pasokan energi domestik tetap aman di tengah gejolak harga minyak.

* Dialog Elit: Membangun kesamaan pandangan antar pemimpin bangsa untuk menghindari perpecahan internal.


“Intinya pada pertahanan kita, pada kesiapan kita menghadapi krisis itu. Beliau menjelaskan tentang persiagaan pangan kita, persiagaan energi kita, dan dialog elit kita,” pungkas Almuzzammil.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mengutamakan ruang kolaboratif dan inklusif demi menjaga kepentingan nasional di atas segalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *