banner 728x250

Menperin Buka-bukaan Tantangan Otomotif 2026: Jualan Mobil Listrik Meroket, LCGC Keok?

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Kemenperin)

ABNnews – Gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 resmi menjadi momentum krusial bagi kebangkitan industri otomotif tanah air. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, ajang ini bukan sekadar pameran, melainkan mesin penggerak transformasi industri yang lebih hijau dan berdaya saing global.

Agus menyebut sektor manufaktur, khususnya otomotif, tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Sepanjang 2025, Industri Pengolahan Non-Migas (IPNM) tumbuh 5,17 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,01 persen.

“Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif sebagai penggerak utama perekonomian nasional,” ujar Agus Gumiwang dikutip, Sabtu (7/2/2026).

Potensi ‘Gede’ di Tengah Rasio Kepemilikan Rendah

Meski Indonesia memimpin pasar otomotif di ASEAN dengan penjualan 865.723 unit pada 2024, Agus menyoroti satu fakta menarik. Rasio kepemilikan mobil di Indonesia ternyata masih sangat rendah, yakni hanya 99 unit per 1.000 penduduk.

Angka ini jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Namun, bagi pemerintah, hal ini justru menjadi sinyal positif.

“Kondisi ini menunjukkan potensi besar pasar domestik Indonesia untuk terus berkembang ke depan,” tuturnya.

Nasib LCGC vs Mobil Listrik yang ‘Gacor’

Ada pemandangan kontras di pasar otomotif sepanjang 2025. Segmen kendaraan murah ramah lingkungan (LCGC) harus menelan pil pahit dengan penurunan penjualan lebih dari 30 persen.

Sebaliknya, kendaraan listrik (EV) justru menunjukkan performa ‘gacor’. Penjualan mobil listrik berbasis baterai melonjak drastis dari 43.194 unit di tahun 2024 menjadi 103.931 unit di tahun 2025. Jika ditotal dengan model hybrid, kendaraan elektrifikasi kini mencaplok 21,8 persen pangsa pasar nasional.

“Kami terus memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik dari hulu ke hilir. Proyek terintegrasi pengembangan baterai senilai USD 5,9 miliar diproyeksikan memberi nilai tambah hingga USD 48 miliar bagi Indonesia,” jelas Agus.

Target 2026: Tancap Gas 850 Ribu Unit

Memasuki tahun 2026, pemerintah optimis pasar otomotif akan kembali stabil. Target penjualan mobil nasional dipatok di angka 850 ribu unit, alias naik sekitar 5,4 persen dibanding tahun lalu.
Optimisme ini didorong oleh ekspor kendaraan utuh (CBU) yang tetap kuat (naik 9,7 persen) serta percepatan ekosistem baterai dalam negeri yang sudah mulai beroperasi.

“Kami berharap IIMS 2026 menjadi katalis penting mempercepat pemulihan, memperluas adopsi kendaraan ramah lingkungan, serta menstimulasi investasi di sektor otomotif,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *