ABNnews – Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan video viral penemuan es kue jadul di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang diduga berbahan spons. Menanggapi keresahan warga yang kadung panik, polisi langsung bergerak cepat melakukan uji laboratorium. Hasilnya? Ternyata mengejutkan!
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi hasil pemeriksaan awal dari Tim Keamanan Pangan (Food Security) Dokpol Polda Metro Jaya.
“Begitu informasi diterima, kami langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lokasi. Barang dagangan milik pedagang kami amankan untuk diuji lebih lanjut, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas,” kata Roby dikutip detik.com, Minggu (25/1/2026).
Hasil Lab: Tak Ada Zat Berbahaya
Polisi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh sampel mulai dari es kue, es gabus, agar-agar, hingga cokelat yang dijual pedagang tersebut. Roby memastikan bahwa isu penggunaan spons sebagaimana narasi yang viral adalah hoaks.
“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas. Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya,” tegasnya.
Meski hasil awal menyatakan aman, polisi tetap mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk mendapatkan hasil ilmiah yang lebih mendalam demi menjamin ketenangan publik.
Polisi ‘Ganti Rugi’ ke Pedagang
Tak berhenti di Kemayoran, tim penyidik Krimsus juga menelusuri tempat pembuatan es tersebut yang berlokasi di Depok. Hasilnya tetap konsisten: tidak ditemukan penggunaan material spons.
Setelah dinyatakan bersih dari tuduhan, sang pedagang yang bernama Suderajat dipulangkan kembali ke rumahnya di Depok. Menariknya, polisi juga memberikan uang ganti rugi atas barang dagangan yang sempat disita untuk keperluan uji lab.
“Kami memahami pedagang kecil sangat bergantung pada hasil jualan harian. Sebagai wujud empati, kami mengganti kerugian atas barang dagangan yang diuji. Kami ingin masyarakat terlindungi, tapi juga tidak ada pihak yang dirugikan,” ujar Roby.
Pesan Polisi: Jangan Mudah Termakan Video Viral
Isu ini bermula dari video viral seorang pria yang membakar es kue dan mengeklaim produk tersebut berbahan spons karena teksturnya. Namun, secara ilmiah, struktur es kue yang berbahan tepung memang memiliki tekstur berbeda saat dipanaskan.
“Isu seperti ini cepat sekali viral, padahal belum tentu benar. Kami minta masyarakat lebih bijak, cek faktanya dulu. Bila menemukan dugaan pelanggaran, segera lapor melalui Call Center 110,” tutupnya.













