ABNnews – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi turun langsung meninjau proses pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah Maros-Pangkep. Dudy mendatangi Posko SAR Alternatif Jalur Utama (AJU) di Desa Tompo Bulu, Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026).
Dalam kunjungannya ke titik terdekat lokasi jatuhnya pesawat tersebut, Menhub Dudy menegaskan bahwa kendali penuh operasi berada di tangan Basarnas. Ia mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang telah berjibaku selama dua hari terakhir.
“Secara teknis, pencarian ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Basarnas sebagai leading sector. Basarnas telah bekerja dan terkoordinir dengan baik, dibantu Pemda, TNI, Polri, dan seluruh pihak terkait,” ujar Dudy di lokasi.
Kejar ‘Golden Time’, Berharap Ada Keajaiban
Memasuki hari kedua operasi, Menhub Dudy memberikan suntikan semangat kepada tim SAR dan relawan yang bertarung dengan cuaca ekstrem serta medan yang sangat berat. Ia menyebut sudah banyak progres signifikan yang diraih oleh tim di lapangan.
“Sudah dua hari kami lakukan operasi pencarian dan banyak kemajuan yang telah dilakukan teman-teman di lapangan. Ini menunjukkan bahwa negara betul-betul hadir untuk melayani masyarakat dan menemukan para korban,” tegasnya.
Dudy juga mewanti-wanti agar para petugas tetap mengutamakan keselamatan diri dan mematuhi instruksi Basarnas agar tidak muncul korban baru dari pihak penyelamat.
1.200 Personel Kepung Lokasi Jatuhnya Pesawat
Kepala Basarnas, Marsekal Madya M. Syafi’i, yang mendampingi Menhub, menjelaskan bahwa titik jatuhnya pesawat sebenarnya sudah berhasil ditemukan dalam waktu kurang dari 24 jam. Saat ini, fokus utama adalah evakuasi korban karena masih dalam masa golden time.
“Hambatan yang kita hadapi tentunya cuaca dan kondisi medan. Operasi ini diikuti oleh lebih dari 1.200 personel yang difokuskan untuk menemukan dan mengevakuasi korban,” jelas Syafi’i.
Meskipun medan sangat menantang, pihak Basarnas tetap optimis dan mengharapkan hasil terbaik dalam proses pencarian ini.
“Kami harapkan ada keajaiban dan tim SAR bisa menemukan seluruh korban,” pungkasnya.













