banner 728x250

Menhub Dudy: Temuan Serpihan Pesawat ATR 42-500 Progres Penting dalam Proses Pencarian

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. (Foto: istimewa)

ABNnews — Pencarian hari kedua terhadap pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan serpihan pesawat pada Minggu (18/01) kemarin.

Pemerintah melalui Basarnas, TNI, Polri, Kemenhub, AirNav Indonesia, BMKG dan pemerintah daerah, terus memperkuat upaya pencarian dan evakuasi di sekitar lokasi temuan.

“Penemuan serpihan ini merupakan bagian dari progres penting dalam proses pencarian, dan seluruh temuan saat ini sedang diverifikasi secara menyeluruh oleh otoritas berwenang,” kata Menteri perhubungan, Dudy Purwagandhi, yang memantau pencarian pesawat ATR 42-500 dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Lokasi penemuan serpihan pesawat itu berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Lokasi tersebut berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dan berdekatan dengan posko Basarnas terdekat.

Pada Minggu (19/01) pukul 07.46 Wita, tim berhasil mengidentifikasi secara visual serpihan pesawat berupa jendela yang menjadi penanda awal lokasi kecelakaan.

Selang tiga menit kemudian, tepatnya pada pukul 07.49 Wita, ditemukan serpihan berukuran besar yang diduga merupakan bagian badan pesawat beserta ekornya.

Menhub menegaskan saat ini keselamatan dan pencarian menjadi prioritas utama pemerintah. Seluruh unsur terkait saat ini terus bekerja tanpa henti untuk memperluas area pencarian dan memastikan setiap informasi ditindaklanjuti secara cepat dan akurat.

“Informasi teknis terkait temuan serpihan, lokasi detail, serta perkembangan lanjutan pencarian akan disampaikan secara berkala dan resmi oleh otoritas terkait, khususnya Basarnas dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara setelah melalui proses verifikasi,” papar Menhub.

Untuk itu, Menhub mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dikonfirmasi kebenarannya.

Ia mengatakan, masyarakat dapat mengikuti perkembangan informasi melalui pemberitahuan atau berita resmi yang disampaikan oleh pihak berwenang.

Saat ini, Crisis Center juga telah dibuka di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar sebagai pusat koordinasi informasi.

Dudy juga memastikan, pihaknya memberikan pendampingan, dukungan informasi, dan layanan yang dibutuhkan secara. “Kami pastikan memberikan pendampingan, dukungan informasi dan layanan yang dibutuhkan,” katanya.

“Kami menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam kepada keluarga awak dan penumpang pesawat ATR 42-500,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *