ABNnews — Kematian Renee Nicole Good akibat ditembak mati oleh agen imigrasi AS (ICE) pada Rabu (07/01) lalu, memicu kemarahan publik tidak cuma terjadi di Minneapolis, negara bagian Minnesota.
Pascaperistiwa penembakan tersebut, seperti dilansir cnn.com, aksi serupa juga merembet ke kota-kota besar negeri Paman Sam, seperti Los Angeles, Washington DC, New York hingga Boston. Pesertanya ratusan ribu orang, bentrokan tidak terhindarkan. Di Minneapolis sendiri, 29 orang sempat ditahan sebelum akhirnya dibebaskan pada hari Jumat.
Hingga Minggu waktu setempat, bentrokan antara agen federal dan demonstran masih terus berlanjut. Petugas terlihat menggunakan semprotan merica terhadap massa yang membawa poster di luar fasilitas Imigrasi dan Bea Cukai.
Namun alih-alih meredam, Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS), Kristi Noem pada hari Minggu (11/01) menyatakan bahwa pihaknya akan mengirimkan ratusan agen federal tambahan ke Minneapolis.
Noem bersikeras membela tindakan petugas yang menembak mati Renee Nicole Good (37 tahun). Dalam berbagai wawancara televisi, Noem menegaskan kembali klaimnya bahwa tindakan Good merupakan bentuk terorisme domestik. “Agen federal tersebut bertindak membela diri saat melepaskan tembakan ke arah mobil Good,” tuturnya.
Saat dicecar wartawan soal pernyataannya yang terkesan mendahului hasil investigasi, Noem tetap pada pendiriannya. Ia bahkan menegaskan Presiden Trump melakukan ini (memambah pasukan) untuk menjaga ketertiban di AS. “Mengapa kita mendebat seorang presiden yang sedang bekerja untuk menjaga keamanan rakyat?” ujarnya.
Noem kemudian mengonfirmasi bahwa ratusan petugas tambahan akan tiba pada hari Minggu dan Senin waktu setempat untuk memastikan agen imigrasi di Minneapolis dapat bekerja dengan aman.
“Jika pengunjuk rasa melakukan aktivitas kekerasan terhadap penegak hukum, jika mereka menghambat operasi kami, itu adalah kejahatan, dan kami akan meminta pertanggungjawaban mereka atas konsekuensi tersebut,” tegas Noem.
Langkah ini diambil meskipun ada desakan dari para pemimpin lokal Partai Demokrat agar pasukan federal segera meninggalkan Kota Minneapolis.
Noem bahkan menuduh para politisi Demokrat telah memicu kekerasan tersebut. Menurutnya, kejadian ini sungguh dipolitisasi. “Para pejabat lokal ini, jika Anda melihat apa yang dikatakan Gubernur Minnesota Tim Walz dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey, mereka sangat mempolitisasi dan membicarakan situasi di lapangan secara tidak tepat,” kata Noem.
Diketahui, para pejabat Demokrat mengkritik keras lagkah otoritas lokal dalam proses penyelidikan, yang saat ini sepenuhnya ditangani oleh FBI. Walz dan Frey merujuk pada rekaman video yang viral di media sosial, yang menunjukkan kendaraan Good justru berputar menjauhi agen dan tidak memberikan ancaman keselamatan.
“Ini seharusnya menjadi penyelidikan yang netral dan tidak memihak di mana Anda mendapatkan fakta yang sebenarnya,” kata Wali Kota Frey.
Ia juga membela aksi aktivis yang mencoba mengganggu operasi penindakan imigrasi sebagai tindakan yang sah secara moral.
“Anda perlu menegakkan hukum, tentu saja, tetapi ada juga persyaratan bahwa Anda menjalankan hukum dan penegakan tersebut dengan cara yang konstitusional,” tambah Frey.
Ia menyoroti laporan tentang wanita hamil yang diseret di jalan serta warga negara AS yang turut ditangkap dalam operasi tersebut.













