banner 728x250

Bocimi Terancam Macet Parah Saat Nataru, Kemenhub Siapkan Langkah Darurat

Ilustrasi. Kemacetan terjadi di Exit Tol Bocimi GT Parungkuda pada Rabu (2/4/2025) sore.(KOMPAS.com RIKI ACHMAD SAEPULLOH)

ABNnews – Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub tengah mempersiapkan penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan mengatakan persiapan dilakukan lebih awal untuk memastikan perjalanan masyarakat saat libur Nataru berjalan aman dan lancar, terutama di titik-titik rawan kemacetan.

“Walaupun setiap tahun kita menyelenggarakan operasi ini, namun pelaksanaannya bisa berbeda. Apa yang terjadi tahun lalu dapat dijadikan pedoman agar penyelenggaraan tahun ini bisa lebih maksimal,” ujar Aan dalam Rapat Pembahasan Kesiapan Angkutan Nataru 2025/2026 Bidang Transportasi Darat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (10/11).

Salah satu fokus utama adalah jalur Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Aan menyebut jalur tersebut berpotensi mengalami kemacetan, terutama di area exit tol.

“Pengelolaan lalu lintas di Tol Bocimi perlu dimaksimalkan, jangan sampai terjadi kemacetan yang menjebak pengguna jalan. Di Simpang Parungkuda juga ada potensi kepadatan, ini harus dimitigasi,” jelasnya.

Menurut Aan, koordinasi lintas instansi sudah dilakukan untuk menyusun strategi rekayasa lalu lintas selama masa libur Nataru. Hal ini termasuk pemetaan kawasan rawan macet di jalur arteri dan penyediaan jalur alternatif yang jelas agar masyarakat tidak salah arah.

“Kita harus turun langsung memetakan titik-titik trouble spot. Bocimi ini pada hari libur biasa saja sudah memakan waktu perjalanan cukup lama, apalagi saat Nataru. Jalur alternatif harus siap dan petunjuk arah harus jelas,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya penerapan rekayasa lalu lintas secara responsif.

“Kalau di depan sudah macet, penanganannya jangan tunggu di situ. Harus dilakukan dari simpang sebelumnya agar pengguna jalan tidak terjebak,” tegas Aan.

Selain itu, Aan juga menyoroti meningkatnya mobilitas wisata saat libur akhir tahun. Ia meminta pemeriksaan ketat (rampcheck) terhadap kendaraan pariwisata dilakukan sebelum masa libur dimulai.

“Jangan sampai kendaraan pariwisata yang tidak laik jalan dipaksakan tetap beroperasi. Rampcheck harus dilakukan agar keselamatan wisatawan terjamin,” ujarnya.

Aan menegaskan bahwa kunci keberhasilan operasi Nataru adalah kolaborasi seluruh stakeholder terkait.

“Semoga dengan konsolidasi lebih awal ini, operasi Nataru bisa berjalan baik. Sinergi dan kolaborasi adalah kunci untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *