ABNnews – Polemik penamaan wilayah perairan yang disengketakan Indonesia-Malaysia kembali memanas. Pemerintah Malaysia menolak istilah Ambalat dan memilih menyebutnya Laut Sulawesi.
Merespons hal ini, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meminta TNI Angkatan Laut (AL) memperkuat patroli di wilayah Ambalat.
Menurutnya, langkah ini penting untuk menunjukkan kehadiran fisik dan simbolis Indonesia di perairan tersebut.
“Sebagai bagian dari strategi tersebut, perlu diperkuat kehadiran fisik dan simbolis Indonesia di Ambalat melalui patroli TNI AL,” kata Dave dalam siaran pers, dikutip Jumat (8/8/2025).
Selain penguatan militer, Dave menegaskan perlunya diplomasi konsisten berbasis hukum internasional. Ia mendorong pemerintah mengoptimalkan forum regional seperti ASEAN dan forum maritim untuk mengamankan kedaulatan Indonesia.
Dave juga mengusulkan pembangunan fasilitas navigasi serta eksplorasi minyak dan gas oleh BUMN di kawasan tersebut. Pasalnya, perairan itu disebut kaya akan sumber daya minyak bumi.
“Aktivitas ekonomi dan sosial juga harus digalakkan untuk menunjukkan kontrol de facto Indonesia atas wilayah tersebut,” ujarnya.
Sengketa Ambalat melibatkan Blok ND6 dan ND7 yang masuk Peta Baru Malaysia 1979. Malaysia menyebutnya Laut Sulawesi, sementara Indonesia tetap menggunakan istilah Ambalat.













