banner 728x250
Opini  

Mafia Impor Bawang Putih Diduga Kongkalikong Oknum Pejabat Dua Kementerian

ILUSTRASI. (Foto: Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

ABNnews – Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah menduga harga bawang putih di pasaran yang tiba-tiba melonjak terjadi karena kongkalikong antara mafia impor dengan oknum pejabat di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. 

Harga bawang putih yang tiba-tiba melonjak di beberapa momen tertentu kerap berulang. Menurutnya, persoalan yang dipengaruhi ketersediaan barang tidak bisa dilepaskan dari tata kelola di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. 

Yang membuat Trubus curiga adalah, untuk menangani masalah stok dan harga bawang putih yang melonjak cuma dengan cara impor. 

“Ada kongkalikong antara kementerian/lembaga dengan para pengusaha yang juga importir itu,” kata Trubus dikutip RMOL, Senin (3/3/25).

Trubus mengatakan, kecurigaan ‘permainan’ tersebut makin kuat akibat ketidakterbukaan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian terkait ketersediaan pangan, termasuk bawang putih. 

“Tata kelola selama ini kan cenderung publik itu tidak tahu berapa sesungguhnya kebutuhan bawang, selalu munculnya biasanya kalau tidak mahal karena dianggap stoknya kurang,” kata Trubus. 

Trubus melanjutkan, kenaikan harga bawang putih umumnya mendekati libur Natal dan Tahun Baru atau libur Lebaran, karena kebutuhan masyarakat biasanya meningkat.

“Stok itu ditampilkan, tapi sesungguhnya stok-stok yang sebenarnya seperti apa tapi tidak pernah dibuka,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *