ABNnews – Aksi keji RPP (30), pria di Cakung, Jakarta Timur yang tega menganiaya bayi kandungnya hingga tewas sempat diwarnai pengakuan berbelit-belit.
Pelaku yang membenturkan kepala belakang bayinya ke dinding sebanyak tiga kali itu sempat berpura-pura menangis dan beralasan korban terluka akibat tertimpa kipas angin.
Aksi biadab RPP terjadi di kawasan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Korban yang merupakan darah dagingnya sendiri masih berumur 11 bulan.
“Iya (pelaku ayah kandung bayi) setelah didalami,” kata Kapolsek Cakung AKP Andre Try Putra saat dihubungi, Minggu (4/10/2026).
Sementara itu, Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi penganiayaan tersebut dilancarkan pelaku antara Kamis malam hingga Jumat (2/10/2026) dini hari.
RPP menganiaya korban secara brutal dengan membenturkan kepala belakang balita tersebut ke dinding sebanyak tiga kali, serta memukul punggung korban menggunakan tangan mengepal.
“Untuk penganiayaannya dari keterangan si pelaku sementara hanya di hari kejadiannya, kepala bagian belakang si anak korban dibenturkan ke dinding sebanyak 3 kali,” ujar Made.
“Bagian punggung anak korban dipukul menggunakan tangan kanan dengan tangan mengepal,” lanjutnya.
Usai melancarkan aksi kejinya, RPP sempat bersandiwara dengan berpura-pura menangis sembari menggendong korban untuk meminta tolong warga mengantarnya ke rumah sakit. Kepada warga sekitar, pelaku berdalih bayinya hanya mengalami muntah-muntah.
Namun, seorang saksi berinisial S menaruh curiga lantaran melihat wajah bayi mungil tersebut justru dipenuhi luka lebam. Ketika didesak mengenai asal-usul luka memar itu, RPP memberikan jawaban yang berbelit-belit.
“Saksi 1 kemudian bertanya lagi terhadap pelaku ‘kamu apain anak ini’ dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin dan jawaban pelaku berbelit-belit,” ungkap Andre.
Alasan mengada-ada soal tertimpa kipas angin tersebut juga dilontarkan pelaku kepada istrinya atau ibu kandung korban.
Saksi S yang semakin curiga dan tak percaya dengan dalih pelaku akhirnya melaporkan kejadian tragis ini kepada ketua RT setempat.
Saat mendatangi lokasi kejadian, Ketua RT mendapati korban sudah dalam kondisi tak sadarkan diri dengan wajah pucat pasi serta penuh luka lebam. Ketua RT lantas bergegas menghubungi pihak Polsek Cakung untuk mengamankan pelaku.












