Kawal Proyek US$ 40 Miliar, Bahlil Lahadalia Naik Kelas Jadi Menko Hilirisasi dan Energi!

Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia menjadi Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).

ABNnews – Bahlil Lahadalia resmi ‘naik kelas’ usai dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Dalam posisi barunya ini, Bahlil bakal mengawal agenda strategis hilirisasi nasional, termasuk mega proyek tahap pertama senilai US$ 40 miliar.

Pelantikan Bahlil mengisi posisi menteri koordinator yang membidangi khusus sektor hilirisasi dan transisi energi, sebuah nomenklatur baru dalam struktur pemerintahan Kabinet Merah Putih. Sebelumnya, belum pernah ada kementerian koordinator dengan fokus tersebut dalam susunan kabinet.

Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 104/P tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029.

“Demi Tuhan Saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab, kiranya Tuhan menolong saya,” ucap Bahlil saat mengucapkan sumpah jabatan di Istana Kepresidenan.

Penunjukan Bahlil sebagai Menko Hilirisasi dan Energi menempatkan agenda hilirisasi dan pengelolaan energi nasional di bawah satu komando koordinasi kementerian koordinator. Sebelum dilantik menjadi menko, Bahlil tercatat menjabat sebagai Menteri ESDM sejak 19 Agustus 2024.

Hilirisasi sendiri merupakan salah satu program strategis utama pemerintahan Presiden Prabowo. Pemerintah terus mendorong pengolahan sumber daya alam (SDA) di dalam negeri guna meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus mengembangkan industri turunan dari berbagai komoditas unggulan.

Sebelumnya, pemerintah telah merestui tahap pertama program hilirisasi yang mencakup 21 proyek strategis dengan total nilai investasi fantastis mencapai sekitar US$ 40 miliar. Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai sektor vital, mulai dari minyak dan gas (migas), pertambangan, pertanian, hingga kelautan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *