Indonesia Incar Kursi Dewan ICAO Periode 2026-2028, Menhub Dudy Minta Dukungan Internasional!

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan pencalonan Indonesia menjadi Anggota Dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) Part III untuk periode 2026-2028 kepada duta besar dan perwakilan negara-negara anggota ICAO yang berkedudukan di Jakarta, Selasa (29/9).

ABNnews – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi secara resmi menyampaikan pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) Part III periode 2026-2028.

Pengumuman strategis tersebut disampaikan langsung di hadapan para duta besar dan perwakilan negara-negara anggota ICAO dalam sebuah resepsi diplomatik di Jakarta, Selasa (29/9/2026) malam.

Menhub Dudy menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen konkret Indonesia untuk memperkuat peran serta kontribusi aktif dalam tata kelola penerbangan sipil internasional.

Menurutnya, penerbangan bukan sekadar moda transportasi biasa, melainkan penggerak vital pembangunan ekonomi, perdagangan, hingga pariwisata antarnegara.

“Sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau yang tersebar di wilayah geografis yang luas, sistem penerbangan yang aman, terjamin, efisien, dan berkelanjutan sangatlah penting untuk menghubungkan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional kita,” tutur Menhub Dudy.

Dudy menambahkan, pencalonan ini menjadi momentum emas bagi Indonesia untuk melayani dan bersinergi lebih erat dengan komunitas penerbangan dunia demi menciptakan ekosistem penerbangan global yang aman, tangguh, dan inklusif.

Sebagai catatan sejarah, Indonesia sebelumnya pernah menduduki kursi Dewan ICAO selama 12 periode berturut-turut pada rentang tahun 1962 hingga 2001.

Kini, seiring dengan bertambahnya kuota anggota Dewan ICAO dari 36 menjadi 40 negara, peluang Indonesia untuk kembali menempati posisi strategis di tingkat internasional semakin terbuka lebar.

Optimisme ini juga ditopang oleh pesatnya pertumbuhan industri penerbangan nasional. Data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat, hingga semester pertama 2026, sektor penerbangan Indonesia telah melayani 24,9 juta penumpang domestik dan 18,5 juta penumpang internasional melalui 257 bandar udara dengan ratusan rute penerbangan.

Tak hanya soal volume penumpang, modal utama Indonesia dalam pencalonan ini adalah melesatnya standar keselamatan dan keamanan penerbangan nasional di mata dunia.

Berdasarkan audit ICAO USOAP, Indonesia membukukan capaian Effective Implementation hingga 78,85 persen jauh melampaui rata-rata global sebesar 70,6 persen dan rata-rata kawasan Asia Pasifik di angka 69,6 persen.

Sementara pada audit keamanan penerbangan ICAO USAP, Indonesia mencetak skor impresif 88,53 persen, unggul signifikan dibanding target global yang ditetapkan sebesar 75 persen.

Atas modal kuat dan rekam jejak tersebut, Menhub Dudy kembali menggalang dukungan penuh dari seluruh negara anggota ICAO agar kepercayaan dunia internasional dapat kembali diampu oleh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *