ABNnews – Menanggapi kasus kekerasan seksual terhadap anak, Aktris Prilly Latuconsina mengajak masyarakat untuk lebih berani bersuara dan memberikan respons yang tepat ketika mengetahui kejadian tersebut.
Hal itu disampaikan karena menurutnya kasus tersebut masih dianggap sebagai isu yang tabu di sejumlah lingkungan.
Prilly mengatakan informasi mengenai kekerasan seksual terhadap anak sebenarnya sudah banyak diberitakan. Namun, masyarakat terkadang masih bingung menentukan tindakan setelah mengetahui kasus tersebut, Dalam konferensi pers film “Memburu Pemangsa” di Jakarta.
“Bukan enggak ada media yang meliput, informasinya sebenarnya sudah banyak. Tapi kalau kita lihat lagi, ada budaya diam di beberapa lingkungan. Ketika orang membaca beritanya, mereka bingung harus berbuat apa, sehingga akhirnya dibiarkan begitu saja,” kata Prilly. Senin (21/9/2026), dilansir dari Antara.
Menurut aktris yang memerankan karakter Cia tersebut, isu kekerasan seksual terhadap anak masih dianggap tabu sehingga sebagian orang cenderung menghindari pembahasan ketika terpapar informasi yang tidak nyaman.
“Mungkin karena isunya tabu, kita berada di budaya yang tidak terlalu nyaman untuk membicarakan hal-hal seperti itu. Jadi ketika terpapar berita yang enggak nyaman, biasanya kita menghindar,” ujarnya.
Prilly mengatakan kondisi tersebut perlu diikuti dengan respons nyata karena anak-anak belum memiliki kemampuan untuk melindungi diri mereka sendiri.
“Padahal harus ada aksi nyata ketika membaca berita tentang anak kecil yang tidak punya kontrol diri untuk melindungi diri mereka sendiri,” katanya.
Ia juga menyoroti pemberitaan mengenai kasus kekerasan terhadap anak yang dapat menjadi perhatian publik hanya dalam waktu singkat ketika kasus tersebut viral.
“Viral satu-dua hari, habis itu enggak ada penanganan yang tepat, dan kita bingung sebenarnya harus bersikap seperti apa sebagai orang dewasa,” ujar Prilly.
Melalui film “Memburu Pemangsa”, Prilly berharap isu tersebut dapat disampaikan kepada masyarakat dengan cara yang tepat sekaligus mendorong lebih banyak orang untuk bersuara dan memberikan respons terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak.
“Isu ini perlu bantuan kita semua untuk bersuara dan memberi respons yang tepat. Semoga film ini bisa menjadi medium menyebarkan informasi ke target yang tepat dengan cara yang tepat,” tuturnya.
Film “Memburu Pemangsa” garapan sutradara Umay Shahab mengangkat isu kekerasan terhadap anak melalui genre horor, crime, dan action. Selain Prilly, film ini dibintangi Laura Basuki, Taskya Namya, Yasamin Jasem, Andri Mashadi, Jordan Omar, dan Teuku Rifnu Wikana.












